Sekolah yang berada di Jalan Kaliurang Km.17, Pakembinangun, Sleman ini, merupakan salah satu sekolah menengah pertama kebanggaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini dikarenakan pencapaian di tahun 2011 dengan kembali meraih rata-rata ujian akhir nasional tertinggi. SMP bertaraf internasional ini memang sudah dikenal baik oleh masyarakat sebagai sekolah unggulan.
“Tidak hanya satu aspek yang kami andalkan, tapi kami berusaha menjadikan semua program sebagai unggulan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat”, tutur Pak Anung selaku guru. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa tolok ukur yang digunakan masyarakat untuk menilai sebuah sekolah berkualitas adalah dari nilai ujian akhir nasional siswa. Sehingga, itulah yang selalu dicoba untuk dipertahankan oleh SMP Negeri 4 Pakem—dan sekolah lain pada umumnya tentunya. Meskipun demikian, tidak hanya nilai akademik semata yang akan dijaga dan ditingkatkan oleh SMP ini, tetapi juga prestasi pada ranah lain seperti olimpiade sains, kelompok ilmiah remaja, dan teater.
“Dalam bidang olimpiade sains, prestasi SMP 4 Pakem selama tiga tahun ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Terbukti bahwa tahun ini ada tiga siswa yang mampu membuktikan “taringnya” di Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Manado tahun 2011, yaitu di bidang Matematika, Fisika, dan Sosiologi”, ujar Pak Anung.
Dalam bidang kelompok ilmiah remaja (KIR), siswa diwajibkan membuat sebuah karya penelitian untuk dikembangkan, agar nantinya siswa mampu menjadikan penelitian sebagai salah satu kebiasaan yang mereka tekuni. Kelas VII dan VIII yang diwajibkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini, mendapatkan waktu tersendiri untuk berkonsultasi dengan pembimbing di sekolah. Hari Senin untuk kelas VIII dan Selasa untuk kelas VII.
Ketika Tim Sagasitas berkunjung ke SMP Negeri 4 Pakem, rupanya sedang diadakan acara ‘KIS AWARD’ untuk kelas VII yang merupakan bentuk apresiasi sekolah terhadap kegiatan penelitian. Antusiasme siswa dalam penelitian, rupanya mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak sekolah. “Dengan adanya KIS AWARD ini, diharapkan dapat menambah semangat siswa untuk meneliti”, ujar Pak Anung.
Dalam acara KIS, siswa akan memerebutkan berbagai gelar juara untuk tingkat sekolah. Selanjutnya, apabila sekolah telah menemukan siswa yang berkompeten dalam bidang tersebut, karya mereka akan segera dikirimkan untuk mengikuti perlombaan di berbagai event. Walaupun untuk saat ini tim KIR belum dapat meraih prestasi di tingkat nasional, namun usaha mereka telah terbayar di tingkat provinsi dalam beberapa kali kesempatan. Untuk ke depannya, harapan dari pihak sekolah adalah menjadikan KIR murni sebagai sebuah ‘kebudayaan’ yang disadari oleh siswa, sehingga bukan lagi kewajiban.
Kegiatan selanjutnya yang sempat diamati oleh tim Sagasitas adalah teater bahasa Inggris yang digelar untuk siswa kelas VIII. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan diri menggunakan bahasa asing. Sebagai sekolah bertaraf Internasional, tentu perlu membiasakan siswanya untuk berwawasan global, meskipun tentu idealnya tidak hanya pada bahasa yang digunakan saja, namun kurikulum yang diajarkan juga tidak kalah penting.
Selain kebijakan dan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, faktor penunjang lain yang perlu menjadi contoh adalah keakraban antara guru dengan siswanya. Ditambah lagi dengan berbagai fasilitas lengkap yang menunjang proses pembelajaran, seperti hotspot internet yang tersebar hampir di seluruh lingkungan sekolah, kantin yang sehat dan bersih, asrama untuk kegiatan sister school, televisi, LCD, perpustakaan yang nyaman, dan masih banyak lagi fasilitas lainnya. [Dydh-Nindh]
