Belajar di Dataran Tinggi Bantul Barat Bersama SMA N 1 Pajangan

“Berbudi Pekerti” adalah tagline yang diangkat oleh SMA Negeri 1 Pajangan. Frasa ini adalah sebuah akronim yang berartikan berbudaya, berdisiplin, berakhlak mulia, berkepribadian Indonesia, berkreasi, berinovasi, dan berprestasi optimal. Sekolah yang terletak di daerah tinggi Pajangan, Bantul ini, memiliki sebuah kunci sukses dalam mendidik siswanya: disiplin. Hal itu dituturkan dengan tegas oleh Bapak Heri Sukartono, S.Pd., selaku wakil kepala sekolah urusan hubungan masyarakat.

Disiplin yang menjadi kunci sukses dalam mendidik, sudah dirintis sejak tahun 1990-an. Seluruh staf pengajar membantu, baik dalam sosialisasi maupun dalam penerapan sehari-hari. Disiplin dan ketertiban akan membentuk pribadi-pribadi yang siap bersosialisasi di masyarakat dan yang siap untuk masa depan.

Ada sebuah keadaan yang menarik di SMA Negeri 1 Pajangan, yaitu memiliki ikon yang sangat terkenal, khususnya di wilayah Bantul. Ikon itu adalah Bapak Sajuri Said, guru olah raga bidang sepak bola. Oleh karena selain berprofesi sebagai guru, beliau juga merupakan seorang pelatih pada klub Persatuan Sepak Bola Bantul (Persiba Bantul). Pada kompetisi 2010/2011 beliau berhasil mengantarkan Persiba Bantul menjuarai Liga Ti-Phone dan sekaligus mengantarkan Persiba Bantul ke Divisi Utama Liga Super Indonesia untuk kompetisi 2011/2012.

Stupa, seperti itu biasanya siswa SMA 1 Pajangan menyebut nama sekolahnya—kata yang menyingkatkan frasa “SMA Satu Pajangan”—telah     menyelenggarakan dan memfasilitasi berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti bola basket, pencak silat, Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIRR), pramuka, sepak bola, dan kelompok ilmiah remaja (KIR). Meskipun jumlah ekstrakurikuler tergolong tinggi, namun belum semua ekstrakurikuler dapat menunjukkan kualitas yang menonjol. Salah satu contoh adalah ekstrakurikuler kelompok ilmiah remaja (KIR). Ekstrakurikuler ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir di Stupa, tetapi masih terkendala dengan tenaga pembimbing yang terbatas, oleh karena keseluruhan dari mereka adalah guru pengampu mata pelajaran. Sehingga, tidaklah mudah dalam membagi waktu antara mengajar dan membimbing penelitian. Selain itu, minat siswa terhadap karya tulis ilmiah masih cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan olahraga.

Aktivitas karya tulis ilmiah bagi siswa di sekolah yang jauh dari pusat kota ini, mungkin masih kurang familiar dan mendapat antusiasme yang masih jauh dari harapan. Akan tetapi, saat ini Stupa telah berusaha terus-menerus untuk menggiatkan budaya penulisan karya ilmiah. Beberapa guru pembimbing pun juga sudah ditambahkan. Meskipun sebagian besar guru pembimbing adalah masih para pengampu pelajaran ilmu pengetahuan alam, ke depannya akan diusahakan menggandeng guru pengampu ilmu pengetahuan sosial. Dengan memberikan pengarahan dan bimbingan secara intensif, diharapkan ke depannya siswa dapat mengikuti lomba karya ilmiah remaja atau berbagai lomba penelitian siswa lain, baik untuk tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Memang sulit menanamkan sesuatu yang baru kepada setiap orang. Meskipun pada ekstrakurikuler penelitian Stupa masih belum bisa berbangga diri, ada keberhasilan di ekstrakurikuler lain. Di satu sisi masih bolong, di sisi lain telah terjahit dengan utuh. Keberhasilan itu adalah ketika sekolah mengutus siswa untuk melaju ke kompetisi nasional dalam lomba Pusat Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja di tahun 2009. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi keluarga besar Stupa.

Walaupun letak geografis sekolah yang berada di daerah pinggiran dataran tinggi Pajangan, Bantul, dan tertutup oleh lebatnya pohon jati, tidak menurunkan semangat siswa dan guru untuk berprestasi. Membimbing siswa untuk dapat   berkarya dalam kegiatan karya tulis ilmiah nantinya adalah tanggung jawab yang akan terus diperjuangkan oleh guru pembimbing. Siswa yang dibimbing pun juga akan terus berusaha mengembangkan potensi mereka di bidang ini. Disiplin adalah kunci untuk dapat meraih sukses. Menanamkan disiplin pada diri dan terus berjuang untuk memajukan kualitas keilmuan dan kepenulisan, ialah upaya terbaik untuk meraih prestasi yang didambakan dalam bidang karya ilmiah. [Sob/RW]

Sekretariat Sagasitas - Jalan Cendana No 9 Yogyakarta, 55223 Indonesia
Sanggar Sagasitas - Jalan Pogung Raya 272F, Sinduadi, Mlati, Sleman, 55284 Indonesia