Memang tidak terlalu mudah menemukan sekolah Boarding School yang terletak di Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman ini. Sekolah ini terletak di tengah area persawahan, di bawah bukit Boko. Pembangunan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman di daerah Prambanan ini bukan tanpa sebab, sekolah yang baru meluluskan satu angkatannya ini, pembangunannya diprakarsai oleh kader Muhammadiyah Prambanan yang prihatin akan banyaknya kader Muhammadiyah yang melalui sekolah Muhammadiyah, namun secara moral kurang mencerminkan kader Muhammadiyah yang sesungguhnya. Untuk itu, kader Muhammadiyah Prambanan berinisiatif untuk membuat lembaga pendidikan berbasis sekolah asrama dengan harapan nilai moral dan keislaman siswa dapat ditanamkan secara intensif dan terpantau.
MBS memiliki 3 sekolah, yakni SMA putri, SMA putra, dan SMP, masing-masing satu kelas di tiap angkatannya. Kegiatan ekstrakurikuler sekolah ini pun belum banyak, mengingat tenaga pengajar yang ada saat ini juga masih terbatas. Menurut pengampu kesiswaan, Bapak M Kholis Alhuda, Lc, ekstrakurikuler secara garis besar terbagi atas dua macam, wajib dan tidak wajib. Ekstrakurikuler wajib meliputi bela diri tapak suci dan kepramukaan (hisbul wathon). Sedangkan untuk ekstrakurikuler tidak wajib, merupakan sarana untuk mengembangkan minat dan bakat siswa seperti kaligrafi, jurnalistik, elektronika, kerajinan, student club, palang merah remaja, dan fotografi.
Ada beberapa ekstrakurikuler yang memang baru dalam tahap perintisan oleh tim kesiswaan seperti fotografi dan jurnalistik. Hal dituturkan oleh Bapak Kholis, “Untuk kegiatan kepenulisan, sejauh ini masih berupa mading IPM yang dua minggu sekali dan buletin yang sebulan sekali.
Masalah prestasi, ternyata walau usianya masih tergolong muda, MBS sudah dapat menjadi juara umum musabaqah tilawatil Qur’an (MTQ) se-Sleman Timur, bahkan dari tahun pertama, sekolah ini telah mengikutinya. Sehingga dari total dua kali keikutsertaan di MTQ, dua kali itu pula MBS meraih juara umum di Sleman Timur. Selain itu, prestasi juga datang dari ekstrakurikuler bela diri Tapak Suci. SMP MBS berhasil meraih juara umum pada Kejuaraan Daerah Pencak Silat Tingkat SD, SMP dan SMA yang diadakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta, April 2011 lalu.
Menciptakan ulama yang intelek dan kaum intelektual yang dapat menjadi ulama merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah ini. Oleh karena itu, ketika ditanya bagaimana harapan Bapak Kholis terhadap sekolah ini ke depannya, beliau berkata bahwa sekolah ini bukan seperti sekolah umum yang mengejar kenaikan nilai, maupun hal akademik semata. Santri dibentuk supaya dapat meneruskan pendidikan agama ke Timur Tengah, selain juga tetap dapat tembus perguruan tinggi negeri domestic. Di atas itu semua, MBS mendidik kader Muhammadiyah agar siap untuk terjun di masyarakat.
