KIR SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta : Kebaikan yang Sedikit Dipaksakan

Sekolah yang terletak di Jalan KH. Ahmad Dahlan ini, tidak ketinggalan dalam memajukan kualitas pengajarannya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta ada beragam jenisnya, seperti olahraga, kesenian, tata boga, kelompok ilmiah remaja, komputer, dan hizbul wathan (pramuka). Dua kegiatan terakhir yang disebutkan merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti seluruh siswa kelas X dan XI.

Semua kegiatan tersebut selalu dikembangkan dari tahun ke tahun, terutama untuk ekstrakurikuler  kelompok ilmiah remaja. Kegiatan yang pertemuannya dilaksanakan setiap hari Selasa ini, merupakan kegiatan yang tidak hanya mengakomodasi siswa yang memiliki ketertarikan dalam penelitian saja, namun juga dalam hal tulis-menulis yang lain. Segala hal menyangkut dunia tulis-menulis diwadahi di sini, termasuk penulisan esai, makalah, ataupun cerpen. Sebab sekolah, dalam hal ini pembimbing, menyadari bahwa pasti ada bakat terpendam siswa yang bisa disalurkan melalui aktivitas tulis-menulis dalam bentuk apapun. Bahkan, sekolah pun mewajibkan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler ini untuk mengikuti lomba yang direkomendasikan sekolah, setelah dilakukan proses seleksi lomba. Hal ini untuk lebih memotivasi siswa dalam kegiatan tulis-menulis.

SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta memberikan materi mengenai karya ilmiah semenjak masa orientasi siswa (MOS) kepada seluruh siswa kelas X yang baru, di setiap angkatan. Sekolah berharap agar siswa dapat mengenal karya ilmiah sedari dini. Selain itu, setiap tahun diselenggarakan program diklat penulisan karya ilmiah yang bertujuan untuk memerdalam pengetahuan dan wawasan siswa mengenai karya ilmiah. Dua perhelatan (event) tersebut dilakukan secara internal oleh sekolah. Sementara secara eksternalnya, sekolah mengirimkan siswa pada diklat-diklat yang diselenggarakan oleh pihak lain.

Seperti halnya di sekolah-sekolah menengah atas lain, perkembangan kelompok ilmiah remaja di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta juga mengalami kendala. Salah satunya adalah kurangnya minat siswa di bidang ini. Oleh karena itu, seperti yang diungkapkan Bapak Suyanto, pembina karya ilmiah sekolah, bahwa ada kebaikan yang harus dipaksakan untuk meningkatkan minat siswa terhadap dunia kepenulisan ilmiah. ‘Paksaan’ kepada siswa ini berupa keikutsertaan wajib karya ilmiah bagi siswa yang duduk di kelas XI IPA. Bagi mereka, ada aktivitas tambahan di luar jam sekolah.

Meskipun ekstrakurikuler kelompok ilmiah remaja ialah wajib bagi siswa kelas XI IPA, namun tidak menutup kemungkinan bagi siswa lain yang bukan program IPA, ataupun bagi siswa yang bukan kelas XI, yang ingin mengikuti kegiatan  ekstrakurikuler kelompok ilmiah remaja ini.

Pembimbing tidak mempermasalahkan ide apa saja yang dipilih oleh siswa. Siswa dapat memilih secara bebas. Dalam proses pembimbingan, pembimbing melaksanakan perannya untuk membimbing. Perbaikan karya dilakukan terus-menerus. Setelah ada informasi lomba, karya-karya diselesaikan agar dapat diikutsertakan. Terlepas dari hasil menang ataupun kalah, harapan dari dan semangat yang ditanamkan oleh para guru dan pembimbing ialah agar siswa terus termotivasi dan bersemangat untuk berkarya.

“Yang penting mereka membuat karya ilmiah terlebih dahulu, setelah itu nanti kami koreksi dan kami berikan pembimbingan lebih lanjut agar  karyanya menjadi lebih baik,” ungkap Suyanto.

Perjuangan Bapak Suyanto sebagai pembina ekstrakurikuler kelompok ilmiah remaja untuk menyebarkan kebaikan yang dipaksakan tersebut, telah membuahkan hasil berupa prestasi yang diraih siswa. Prestasi-prestasi tersebut antara lain :

  1. Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh Lembaga Muhammadiyah 2010.
  2. Favorit 5 besar Lomba Menulis Cerpen Remaja tahun 2010
  3. Juara 1 dan 3 Lomba Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UII tahun 2010.
  4. Juara 1 Lomba Karya Tulis yang diselenggarakan oleh STIKES Yogyakarta.
  5. Dst.

Kepada tim jurnal Sagasitas, Bapak Suyanto berharap dengan konsep yang beliau terapkan untuk mengembangkan ekstrakurikuler ini di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, siswa dapat terus berkarya dengan lebih baik lagi dan kebaikan yang dipaksakan tersebut perlahan-lahan menjadi bagian dari diri siswa yang dilakukan dengan penuh ketulusan untuk berkembang. [ofi]

Sekretariat Sagasitas - Jalan Cendana No 9 Yogyakarta, 55223 Indonesia
Sanggar Sagasitas - Jalan Pogung Raya 272F, Sinduadi, Mlati, Sleman, 55284 Indonesia