Trip Report OSTW 2012 : Membangun Citra Bangsa Dengan Prestasi – Jepang

Trip Report OSTW 2012 : Membangun Citra Bangsa Dengan Prestasi – Jepang

oleh : Burhanuddien Ibrahim Rahmani (MA Mu’allimin Muh. Yk. – Gazi Universitesi)

Outstanding Student for The World (OSTW) merupakan acara yang diadakan oleh Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia. Acara ini ditujukan untuk mengajak siswa-siswi berprestasi Indonesia untuk melakukan lawatan di Jepang selama seminggu, menumbuhkan rasa nasionalisme para peserta serta melakukan soft diplomacy guna menumbuhkan citra baik pada diri masyarakat Jepang terhadap Indonesia.

A.     Selasa, 12 Juni 2012

Perjalanan kurang lebih selama 7 jam kami tempuh untuk melihat keindahan Jepang. Ketika saya sampai di sana, saya sangat takjub dengan apa yang Tuhan sajikan. Sangat megahnya peradaban dan sangat lestarinya alam di Jepang. Sempat bertanya pada diri sendiri mengapa Indonesia tidak bisa seperti Jepang?

Tidak lama saya mengagumi keindahan Jepang, ternyata utusan KBRI sudah datang untuk menjemput rombongan OSTW dan kami pun langsung menuju KBRI.

Sesampainya kami di KBRI saya beristirahat sejenak. Tak lama kemudian rombongan sudah harus bersiap untuk acara santap siang bersama perwakilan KBRI. Pada saat santap siang tersebut kami diberikan penjelasan singkat tentang apa yang harus kami lakukan dan apa yang jangan kita lakukan di Jepang.

Seusai santap siang sekligus penyambutan tersebut kami langsung bersiap-siap untuk pergi ke Kementrian Luar Negeri Jepang. Di sana kami disambut oleh wakil menteri luar negeri Jepang yaitu bapak Joe Nakano. Beliau memberikan salam hangat kepada kami semua dan menyampaikan bahwasannya beliau sangat senang kami mengunjungi Jepang dan berharap kami menikmati semua hal yang ada di Jepang.

Selanjutnya kami mengunjungi kantor parlemen Jepang untuk menemui Mantan Perdana Menteri yang bernama bapak Fukuda. Pada sesi tersebut sekali lagi kami selaku rombongan OSTW disambut hangat oleh bapak Fukuda yang juga merupakan ketua dari organisasi persahabatan Indonesia – Jepang. Beliau memberikan kami berbagai cerita terkait bagaimana usaha Jepang dalam memajukan sektor industri dan ekonominya. Bidang otomotif yang sangat pesat di Jepang dimulai dengan ide kreatif orang-orang Jepang untuk membuat mobil berukuran kecil dan irit bahan bakar. Hal-hal yang disampaikan bapak Fukuda sangatlah berharga bagi kami dan sedikit memberikan bayangan strategi untuk memajukan Indonesia dikemudian hari.

Setelah acara di atas kami langsung bertolak ke penginapan yang berada di daerah Gotannda, Meguro. Di sana kami melepas lelah dan juga mengumpulkan energi untuk aktifitas pada esok hari.

 B.     Rabu, 13 Juni 2012

Kunjungan pertama pada hari ini yaitu the Museum of Emerging Science and Innovation (Miraikan). Di museum ini kami mendapati pelbagai hal dari kemajuan teknologi yang ada di Jepang. Dari mulai pesawat, robot, kendaraan, rekayasa optik dan juga rekayasa genetika. Kita juga mendapati bola dunia digital yang di dalamnya kita bisa mendapatkan informasi mengenai prediksi bagaimanakah bumi kita ini dikemudian hari. Sempat saya mengutak-atik panel yang ada di bawah bola dunia tersebut. Panel tersebut memberikan prediksi bahwasannya negara nomer satu yang paling banyak polusi di masa depan ialah Indonesia. Tentunya hal ini sangat mencengangkan jika kita mengingat ungkapan bahwasannya Indonesia adalah paru-patu dunia. Mungkin hal tersebut adalah pekerjaan rumah bagi kami sebagai generasi Indonesia yang mencintai Indonesia dan tentu saja tidak menginginkan kehancuran bagi Indonesia.

Kami juga disajikan demo robot ASIMO di museum tersebut. Robot ASIMO tersebut merupakan ikon kemajuan di bidang teknologi dan robotika Jepang. Robot tersebut sangatlah menginspirasi kami untuk terus memajukan teknologi yang dipunyai ibu pertiwi sekarang ini.

Kunjungan kedua pada hari itu adalah Tokyo Tokodai Institute of Technology. Sesampainya di TTIT kembali saya dibuat tercengang dengan indahnya lingkungan belajar yang dibangun oleh institut tersebut. Sangat nyaman bagi saya yang menyukai keindahan alam. Kamipun disana bertemu dengan beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S3 yang rata-rata masih berumur 27 tahun. Mereka menjadi pelecut bagi saya untuk bisa menjadi seperti mereka. Kami disana diajak berkeliling kampus. Kami juga diperkenalkan proyek penelitian yang sedang dilakukan. Hanya satu kata untuk apa yang mereka kerjakan ”menakjubkan”. Setelah selesai sesi tour kampus saya sebagai tim teknik mendapatkan kesempatan presentasi di depan para expert dan professor. Kami juga memberikan sesi tanya jawab, cukup banyak juga yang menyodorkan pertanyaan pada kami. Setelah itu dilanjutkan oleh tim lingkungan yang saya pikir mempresentasikan karya mereka. Profesor-profesor jepang sangat menghargai apa yang kami usahakan dan sempat tercengang denga perolehan kami di pentas internasional.

Setelah kunjungan tersebut kami langsung menuju ke kantor International Tropical Timber Organization (ITTO). Sesampainya di ITTO kami langsung disuguhi kayu pahatan asli dari Indonesia yang sangatlah indah. Di sana kami bertemu dengan Mr. Collins. Beliau adalah pemimpin dari organisasi tersebut. Beliau sangatlah senang mengetahui kami melakukan kunjungan tersebutda n tanpa berpikir panjang beliau langsung menceritakan sejarah ITTO. Mengapa ITTO dibangun dan juga bidang apakah yang digeluti ITTO. ITTO sendiri ialah organisasi yang memberikan jalan keluar kepada negara-negara anggotanya sehingga tidak menyia-nyiakan sumber daya alam mereka. ITTO memberi solusi bagaimana mengatur pengendalian penebangan hutan sehingga pouplasi hutan di negara anggota terus lestari. Ketika saat sesi tanya jawab saya sempat menanyakan alasan pribadi mengapa bapak Collins ingin menggeluti hal ini. Ternyata beialu mempunyai background yang sangat dekat sekali dengan hutan. Beliau kecil hidup di hutan dan mendapatkan segala hal dengan cuma-cuma melalui hutan. Tapi perkembangan teknologi membuat manusia tidak sayang lagi dengan lingkungan. Maka dari itu beliau terjun untuk concern dalam menghadapi kemerosotan lingkungan di dunia ini.

C.     Kamis, 14 Juni 2012

Kunjungan pertama kami pada hari ini yaitu menuju J-Power yang merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga panas. Hal aneh yang ada di perusahaan tersebut adalah kebersihannya. Segala sudut dari perusahaan tersebut sangatlah bersih. Bahkan bisa dibilang lebih bersih daripada rumah sakit yang ada di Indonesia. Di sana kami diberikan penjelasan tentang bagaimana cara perusahaan tersebut menghasilkan listrik yang nantinya didistribusikan ke lembaga-lembaga yang dibutuhkan. Narsumber mengajak kami untuk berkeliling perusahaan tersebut agar kami bisa langsung mengetahui bagaimana kegiatan dalam perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut sangat memperhatikan limbah polusi sehingga membuat perusahaan itu juga membangun taman di tengah-tengah hiruk pikuk kegiatan perusahaan tersebut. Selain peduli terhadap limbah, perusahaan tersebut juga sangat peduli dengan tumbuhan. Terbukti 20 persen dari komplek perusahaan tersebut merupakan taman hijau yang sangat asri. Hal yang dapat dipetik dari kunjungan tersebut adalah kita juga harus seimbang dalam memajukan teknologi dan juga melestarikan keindahan alam.

Kunjungan kedua setelah J-Power yaitu menuju ke Tokyo Tech Super Science High School. Ketika kami sampai di sana kami disuguhkan dengan presentasi sejarah bagaimana sekolah tersebut berdiri dan apa saja hal-hal yang diperoleh selama sekolah itu berdiri. Di sana juga kami berkesempatan untuk presentasi di depan teman-teman dari siswa-siswi Super Science High School. Tim saya yaitu tim teknik mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan proyek yang kami lakukan di Indonesia. Mereka sangat antusias dalam memperhatikan presentasi kami. Hal ini menandakan bahwasannya kami dari tim teknik Indonesia juga mempunyai inovasi yang tidak kalah menarik dari mereka. Tidak mau kalah, teman-teman dari Jepang pun juga menyuguhkan kami dengan 2 presentasi terkait hasil dari proyek yang mereka gunakan dalam tugas akhir mereka. Setelah sesi presentasi kami diajak untuk berkeliling lab yang dipunyai oleh sekolah tersebut. Berklai-kali kami dibuat tercengang. Tidak hanya lengkap, sekolah tersebut juga memiliki alat-alat lab yang sangat canggih. Terutama di lab kimia dan lab mesin. Tak ayal dengan hal-hal tersebut Jepang mempunyai banyak bibit unggul di kalangan pemuda.

Kunjungan selanjutnya yaitu berkunjung ke Toyota MegaWeb. Toyota MegaWeb adalah sebuah perhelatan akbar yang diadakan oleh Toyota sebagai salah satu industri mobil yang terkenal di Jepang. Lebih dari 50 unit mobil dipajang oleh perusahaan ternama tersebut. Acara itu menampilkan perkembangan teknologi dalam bidang otomotif. Kami dapat melihat teknologi awal yang digunakan Toyota pada awal berdiri hingga teknologi baru yang menggunakan teknologi system Hybrid. Sebuah sistem mobil yang hanya menggunakan bahan bakar listrik. Dengan adanya teknologi tersebut jelas sekali tergambar bahwasannya bangsa Jepang sangat peduli dengan teknologi yang ramah lingkungan.

Selain dengan memamerkan keunggulan teknologi yang digunakan, Toyota juga memamerkan keindahan interior, body mobil dan kenyamanan yang dapat dinikmati oleh pengguna. Desain menarik dan juga interior yang eksklusif juga menjadi andalan Toyota untuk memasarkan mobil-mobilnya.

Dengan adanya kunjungan ke pameran ini kami harap salah satu dari peserta yang menjadi pionir pembuatan mobil nasional Esemka mampu mengembangkan teknologi otomotif di Indonesia.

Setelah kunjungan ke Toyota MegaWeb selesai kami menuju kediaman duta besar Indonesia di Jepang yang berada di daerah Meguro. Sesampainya di wisma duta kami sempat terperangah dengan megahnya wisma tersebut. Di wisma tersebut kami mendapatkan sambutan hangat dari bapak Muhammad Lutfi sebagai duta besar Indonesia di Jepang. Sesudah bertemu bapak duta besar kami pulang ke penginapan.

D.     Jum’at, 15 Juni 2012

Pada hari ini kami mendapatkan hadiah dari bapak Lutfi untuk mengunjungi Disney Land. Acara tersebut juga membuat kami lebih akrab dan merasa persahabatan kami lebih dari keluarga. Kami juga merasakan bagaimana pentingnya kebersamaan.

E.     Sabtu, 16 Juni 2012

Kunjungan pertama hari ini adalah acara kuliah yang diadakan di KBRI besama teman-teman dari Sekolah Republik Indonesia Tokyo.  Sebelum dimulainya acara tersebut tim sosial dari OSTW mempresentasikan sistem pendidikan pondok pesantren Islam Gontor. Setelah presentasi tim social selesai acara dilanjutkan dengan pemaparan Hubungan Jepang – Indonesia oleh Prof. Aiko Kurosawa. Dalam pemaparan tersebut kami melihat fakta-fakta hubungan antara Indonesia dan Jepang yang terjadi pada sebelum maupun setelah perang dunia ke-2. Pemaparan tersebut merupakan hal penting bagi kami para peserta OSTW. Hal itu dibuktikan dengan bertambahnya rasa bangga kami terhadap Indonesia dan rasa nasionalisme.

Pada kunjungan kedua kami pergi ke Earthquake Safety Warning System di daerah Meguro. Di sana kami mempelajari apa yang harus kami lakukan ketika bencana alam seperti gempa dan kebakaran terjadi. Kami juga diberikan kesempatan untuk merasakan dan mempraktekan teori yang diajarkan pemandu pada kami sehingga kami benar-benar paham apa yang dijelaskan.

Kunjungan ketiga pada hari ini kami pergi ke Museum Zaman Edo. Museum itu menceritakan kepada kami bagaimana suasana zaman Edo ketika itu. Kami disajikan dengan diorama bangunan, peralatan rumah tangga, pakaian dan sebagainya. Hal ini membuktikan bahwasannya Jepang sangat menghargai kelestarian budaya dan nilai yang dikandung dari dalam budaya tersebut. Dewasa inipun kami juga masih melihat para penduduk jepang yang menggunakan kimono dengan nilai kesopanan yang sangat tinggi. Kami harap hal-hal positif yang dimiliki Jepang dapat juga diimplementasikan dalam kehidupan di Indonesia.

Pada kujungan terakhir pada hari ini kami berkunjung ke kuil Asakusa. Sekali lagi kepedulian pemerintahan Jepang terhadap budaya dan sejarah sangatlah tinggi. Bangunan yang tua itu terlihat masih sangat terawat indah dan sangat memanjakan kami.

 F.      Minggu, 17 Juni 2012

Pada hari ini kami pulang ke tanah air dan berharap dapat memberi manfaat bagi negara dan bangsa.

KESIMPULAN

Tidak ada kata lain selain menyenangkan yang saya rasakan selama perjalanan ini. Perjalanan ini benar-benar membuat pikiran kami terbuka lebar akan impian-impian Indonesia di masa yang akan datang. Saya mendapatkan teman baru dan juga pengalaman baru. Saya harap perjalanan ini mampu memotivasi saya dan teman-teman sekeliling saya untuk terus berkarya dalam bidang apapun dengan tujuan membawa Indonesia menjadi negara yang maju. Dengan pengalaman ini juga rasa nasionalisme saya sebagai pemuda Indonesia meningkat. Saya bangga dengan kewarga negaraan Indonesia. Rasa bangga tersebut semoga saya dapat implementasikan menjadi karya untuk kemajuan Indonesia.