SMK N 1 Kelautan Sanden

Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang tidak ada duanya di bumi ini atas kekayaan lautnya. Potensi kelautan yang sangat besar, menjadi harta karun yang tiada tergantikan. Sejak dari zaman nenek moyang, laut telah menjadi sumber kehidupan. Namun, hingga saat ini, pemanfaatannya belum maksimal. SMK Negeri 1 Kelautan Sanden, pada tahun 1978, didirikan untuk mencoba menjawab tantangan tersebut: mengoptimalkan potensi kelautan Indonesia.

SMK Negeri 1 Kelautan Sanden berada pada kecamatan bagian selatan di kabupaten Bantul, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di sebelah selatan, Kecamatan Kretek di sebelah timur, Kecamatan Srandakan di sebelah barat, dan Kecamatan Pandak di sebelah utara. Dalam menyelenggarakan proses pendidikan, sekolah ini bekerja sama dengan Pangkalan Angkatan Laut (PANAL).

SMK Negeri 1 Kelautan Sanden berdiri atas pemikiran strategik pemerintah daerah Bantul, untuk memiliki sekolah yang menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengolah potensi kelautan di kabupaten ini. Hal ini selaras dengan pernyataan sang kepala sekolah, Bapak Drs. Surojo, M.Pd., “Harapannya, lulusan dari sekolah kami, nanti menjadi sumber daya manusia yang dapat mengolah sumber daya alam kelautan.”

Mengubah budaya agraris ke budaya maritim, tidaklah mudah. Oleh karena itu, SMK Negeri 1 Kelautan Sanden mendidik agar siswanya tangguh, gigih, disiplin, dan bertanggung jawab. Karena, nilai-nilai tersebut merupakan modal dasar bagi siswa untuk beradaptasi dengan budaya baru yang ingin diwujudkan. Latihan setiap hari yang didampingi oleh dua personel dari PANAL, dilakukan agar para siswa sehat baik jasmani maupun rohani, berpandangan luas tentang potensi kelautan, dan berani menghadapi tantangan alam. Pada awal tahun ajaran, para personel angkatan laut mengadakan latihan dasar–dasar kedinian (disingkat LDDK). Di LDDK siswa digembleng selama satu bulan, dihadapkan pada kondisi alam laut yang keras.

Ada mata pelajaran khusus yang menarik, yang membuat sekolah ini berbeda dengan yang lain, yaitu pelajaran nautika. Nautika adalah ilmu yang memelajari cara mengemudikan kapal dari satu daratan ke daratan lain. Selain itu, nautika juga merupakan pelajaran tentang mengenal berbagai ilmu pelayaran lainnya. Kepala sekolah menekankan bahwa tindak lanjut pendidikan nautika diarahakan pada teknologi hasil ikan, yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat pesisir pantai.

Saat ini sekolah juga sedang mengembangkan teknik navigasi dengan radar. Pada pelaksanaannya, kompetensi yang harus dikuasai adalah sistem operasi kapal, teknik pelayaran, dan teknik komputer. Satu unit kapal di lingkungan sekolah dan tiga unit kapal di pantai Goa Cemara menjadi modal awal untuk meloncat ke pengembangan selanjutnya.

Lulusan dari SMK ini memulai karir mereka di bidang pelayaran dan kelautan. Lulusan sering bekerja di kapal pesiar, kapal tanker, ataupun kapal nelayan masyarakat. Setiap tahun ada lulusan yang dipanggil ke pelayaran nasional, dan ada juga yang dikirim ke mancanegara untuk melanjutkan studi atau bekerja di sana. Negara yang sering menerima lulusan sekolah ini adalah Jepang.

Kegiatan seremonial di SMK Kelautan Sanden, hampir sama dengan di sekolah-sekolah negeri yang lain. Hanya saja, setiap hari para siswa diwajibkan mengikuti apel pagi dan apel siang. Baris-berbaris menjadi ciri khas sekolah. Tidak mengherankan kemudian, jika setiap ada upacara-upacara hari besar Kabupaten Bantul, siswa SMK ini selalu menjadi bagian dari pasukan petugas upacara yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat.

Untuk kegiatan siswa setelah jam sekolah, ekstrakurikuler yang menjadi andalan SMK ini adalah dayung, taekwondo, renang, pramuka, sepak bola, dan voli. Sekolah mempunyai prestasi di bidang taekwondo hingga kejuaraan tingkat provinsi DIY.

Kegiatan karya ilmiah juga tidak ketinggalan untuk diagendakan, namun pembinaannya tidak begitu intensif, oleh karena sekolah ini notabenenya ialah sekolah kejuruan. Sekolah menengah kejuruan bidang kelautan memiliki maksud dan orientasi berbeda dengan sekolah menengah atas umum: yaitu melahirkan lulusan yang berkompetensi dan tangguh secara praksis di domain yang bertemakan kelautan dan pemanfaatannya. Meskipun begitu, SMK Kelautan Sanden pun pernah menorehkan prestasi di bidang karya tulis pada lomba yang diadakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY.

Setiap bulan November sampai dengan Maret, SMK Kelautan Sanden melaksanakan praktik berlayar dalam program magang sekolah. Selain itu, sekolah juga pernah mengadakan kerjasama magang luar negeri dengan negara tujuan Taiwan. Tidak hanya itu, untuk eksposur pembelajaran siswa ke lebih negara lain, sekolah juga merintis kerja sama dengan perusahaan Jepang untuk magang maupun berkarir di sana. Untuk merespon tuntutan dunia industri tersebut, hal yang sudah dikembangkan oleh sekolah adalah keahlian operator kapal dan teknologi hasil perikanan (produk makanan).

Untuk keperluan pengembangan kepribadian atau pembentukan karakter yang matang, di SMK Kelautan Sanden disediakan wadah organisasi kesiswaan yang disebut Taruna. Sekolah beraspirasi kepada siswanya untuk menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, siap menghadapi tantangan alam, disiplin, dan berani. Ketika reporter Sagasitas menanyakan tentang karakter siswa dan kaitannya dengan kenakalan remaja, Bapak Surojo menjawab, “Siswa dikendalikan oleh sistem pendidikan kedisiplinan kami, sehingga mereka menjadi supel dan bertanggung jawab. Tidak ada kenakalan remaja, tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas yang terjadi di sekolah ini. Itu karena setiap hari diawasi oleh dua personel dari angkatan laut. Kedisiplinan menjadi inti pendidikan kami.” Sistem internalisasi kedisiplinan yang diintensifkan oleh sekolah dan ditambah dengan pengawasan dan pelatihan oleh personel angkatan laut secara langsung, dapat disimpulkan, sangat berpengaruh secara positif terhadap perilaku siswa [Tim-sagasitas]

Sekretariat Sagasitas - Jalan Cendana No 9 Yogyakarta, 55223 Indonesia
Sanggar Sagasitas - Jalan Pogung Raya 272F, Sinduadi, Mlati, Sleman, 55284 Indonesia