KIR SMA N 4 Yogyakarta : Potensi yang bermula dari kebiasaan

Ekstrakurikuler kelompok ilmiah remaja (KIR) SMA Negeri 4 Yogyakarta telah berdiri sejak tahun 1994.  Ini bermula dari pembelajaran di kelas. Karena merasa tertarik, para siswa mulai mencoba melakukan penelitian. Penelitian pertama yang dilakukan ialah berfokus pada penelitian disiplin ilmu Geografi. Ibu Sarifah selaku guru Geografi dan pembibing ekstrakurikuler kelompok ilmiah remaja mengatakan bahwa penelitian merupakan salah satu prospek besar di SMA Negeri 4 Yogyakarta.

Selain beliau, guru yang juga mendampingi siswa dalam aktivitas ini adalah Ibu C. Endang. Dahulu, ketika awal kemunculan KIR di SMA Negeri 4 Yogyakarta, pihak sekolah kurang memberikan perhatian, terkhusus di bagian pendanaan. Namun, setelah mengalami proses yang cukup panjang, pihak sekolah akhirnya memasukkan kegiatan karya ilmiah ke dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) karena dinilai memiliki daya ungkit untuk meningkatkan prestasi siswa dan sekolah.

Kini, kegiatan KIR di SMA Negeri 4 Yogyakarta telah menjadi program wajib untuk kelas X. Program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2009, yaitu ketika para siswa kelas X diminta untuk melaksanakan penelitian di Kasongan selama dua bulan. Ibu Sarifah juga mengatakan bahwa dalam kurun waktu tahun 2006-2008, kegiatan karya ilmiah masuk dalam kurikulum intrakurikuler dalam pelajaran metodologi. Penelitian yang dilakukan oleh para siswa cenderung berimbang antara ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial. Adapun prestasi yang pernah ditorehkan oleh para siswa ialah menjuarai lomba penelitian tingkat nasional pada tahun 2001 dengan topik bahasan Kali Code, dan mengikuti lomba penelitian internasional dengan topik bahasan pasir hitam propranolol pills 20 mg.

Harapan pihak sekolah terhadap karya ilmiah yang diselenggarakan ialah bahwa bersamaan dengan adanya komunitas penelitian yang telah terbentuk di seluruh provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, para peneliti muda bisa saling bertukar ilmu dan saling berbagi pengalaman. Selain itu, di antara mereka juga bisa bertukar informasi tentang mitra-mitra (link) sarana penelitian, karena dirasa sebagian fasilitas untuk memudahkan penelitian masih sulit dijangkau. Salah satu contoh ialah tarif uji laboratorium yang masih relatif mahal bagi siswa. Tujuan dari penyelenggaran karya ilmiah adalah mendidik para siswa agar mampu menulis karya tulis, setidaknya berupa proposal, karena akan sangat berguna di masyarakat. Selain itu aktivitas ini dapat mengurangi tingkat perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja. [Joyo]

Sekretariat Sagasitas - Jalan Cendana No 9 Yogyakarta, 55223 Indonesia
Sanggar Sagasitas - Jalan Pogung Raya 272F, Sinduadi, Mlati, Sleman, 55284 Indonesia