SMA Negeri 2 Sleman terletak di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah yang baru berdiri pada tahun 1991 ini memiliki daya tampung sebanyak 312 siswa, yang dibagi ke dalam 9 kelas. Siswa di sekolah ini sebagian besar berasal dari wilayah sekitar Kecamatan Sleman. Suasana daerah sekitar yang cukup tenang dan asri, membuat sekolah ini menjadi tempat yang nyaman bagi para siswanya untuk menuntut ilmu. Selain itu, siswa juga difasilitasi dengan sarana pengembangan diri berupa kegiatan ekstrakurikuler yang akomodatif.
Sekolah yang juga dikenal dengan nama SMA Pendowoharjo ini, memiliki berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler, seperti karate, Al-Qur’an, band, palang merah remaja, bola voli, pleton inti, basket, majalah dinding, dan kelompok ilmiah remaja. Di antara bermacam ekstrakurikuler tersebut, karate dan Al-Qur’an merupakan yang paling diminati dan paling sering menyumbangkan prestasi.
Ekstrakurikuler karate yang beranggotakan 20 siswa pernah mendapat prestasi juara 2 di tingkat provinsi. Sementara ekstrakurikuler Al-Qur’an, ekstrakurikuler yang paling maju, pernah berprestasi dalam lomba SBQ.
Pak Maryono, guru pengampu urususan kesiswaan, menuturkan bahwa proses pemilihan ekstrakurikuler yang ingin diikuti siswa dilakukan dengan menggunakan angket seperti sekolah-sekolah yang lain. Namun, untuk karya ilmiah, masih belum begitu diminati oleh siswa karena usianya yang masih cukup muda dan masih kalah pamor dengan ekstrakurikuler lain. Satu hal yang lebih patut disayangkan ialah ketika peminat karya ilmiah di tahun 2010 banyak yang beralih ke ekstrakurikuler yang lain.
Meskipun demikian, sebenarnya kini ekstrakurikuler karya ilmiah peminatnya sudah lumayan. Namun, untuk spesifik pada aktivitas penelitian masih sangat sedikit. Dominan siswa masih lebih memilih membuat esai maupun cerpen yang notabenenya tidak membutuhkan waktu yang sepanjang aktivitas penelitian.
Pihak sekolah selalu berusaha keras untuk menumbuhkan minat siswa di bidang penelitian. Usaha tersebut meliputi latihan rutin seminggu sekali dengan mendatangkan pembimbing tambahan dari luar sekolah—selain pembimbing internal sekolah. Usaha lain yang juga dilakukan ialah dengan memberi penghargaan (reward) kepada siswa yang mampu meraih prestasi di lomba-lomba yang diikuti.
Prinsip dari pihak sekolah adalah yang terpenting bagi siswa, mulanya saat ini, ialah bukan untuk mengikuti setiap perlombaan dan menjadi juara, tetapi agar para siswa dapat memiliki pengalaman dalam bidang karya ilmiah. Pengalaman adalah jalan awal, apabila telah memiliki pengalaman, maka untuk selanjutnya pasti akan lebih baik lagi. [Muhammad Gractya Nurfiantoro]
