Mengapresiasi Budaya Adiluhung

Mengapresiasi Budaya Adiluhung

      Cailendra, 14 Mei 2014. Gladi Penelitian Sejarah, Seni, dan Budaya Siswa-siswi SMA-MA se-DIY hari pertama di isi oleh Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum selaku Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta.  Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum memberi materi diawal kegiatan Gladi Penelitian Sejarah, Seni, dan Budaya Siswa-siswi SMA-MA se-DIY. Materi yang disampaikan adalah Urgensi pemgembangan Riset Sejarah dan Budaya di Kalangan Siswa SMA. Selama menyampaikan materi, Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum menjelaskan kepada para Siswa-siswi SMA-MA se-DIY peserta Gladi Penelitian Sejarah, Seni, dan Budaya Siswa SMA-MA se-DIY bahwa penelitian humaniora tidak boleh dikesampingkan, penelitian humaniora sangat penting untuk memajukan bangsa Indonesia di era post-modern dan globalisasi yang sudah masuk kesendi-sendi kehidupan kita.

      Penjelasan diawal materi Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum menekankan bahwa Indonesia sangat kaya akan budaya dan sepatutunya para Siswa-siswi SMA-MA se-DIY berusaha untuk menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Budaya yang sudah tidak lagi difungsikan oleh masyarakat pendukungnya maka budaya tersebut akan hilang dan musnah. Maka diharapkan Siswa-siswi SMA-MA se-DIY yang menjalani Gladi Penelitian Sejarah, Seni, dan Budaya diajak untuk mau memfungsikan terus-menerus budaya yang ada disekitar mereka agar tidak punah dan hilang.

      Dalam penjelasan selanjutnya Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum menyinggung tentang budaya instan yang masuk ke Indonesia, kita tahu bahwa budaya instan sangat marak di Indonesia. Fenomena budaya instan ini tidak terlepas dari adanya arus globalisasi dimana sekat-sekat kehidupan sudah tidak ada lagi sehingga budaya instan yang notebene adalah budaya impor sangat cepat untuk dikonsumsi oleh masyarakat kita khususnya para remaja. Tren budaya instan sebenarnya tidak akan bertahan lama ini terjadi karena budaya instan diciptakan dengan waktu yang instan dan budaya ini cenderung mengikuti arah tren yang ada dimasyarakat dunia. Patut diwaspadai bahwa budaya instan yang masuk di Indonesia sering kali tidak pas untuk kita tiru. Harus ada ruwat (istilah Jawa) sebagai alat filter atas budaya-budaya instan yang datang dari luar negeri.

      Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum memberi penekanan bahwa budaya yang tercipta dengan dasar kepribadian suatu masyarakat yang esensial maka budaya tersebut abadi keberadaannya serta mampu untuk bertahan ditengah-tengah budaya yang bersifat instan, dan populer. Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum menjelaskan bahwa penelitian humaniora mempunyai sifat yang dinamis tentu ini menjadi pembeda dari penelitian sains. Setelah materi yang disampaikan oleh Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum selesai acara selanjutnya yaitu sesi tanya jawab. Para Siswa-siswi SMA-MA mempergunakan kesempatan ini untuk bertanya dengan Dra. Chrisyati Aryani, M.Hum. Pertanyaan yang berkaitan tentang proses pencarian sumber primer dalam penelitian Sejarah, Seni dan Budaya menjadi pertanyaan yang dominan ditanyakan oleh Para Siswa-siswi SMA-MA. @riko