Pada hari kedua Gladhi Penelitian Ilmiah Remaja yang diselenggarakan di Hotel Cailendra Extension, para peserta semakin terpacu untuk melakukan make over penelitian. Tentu saja hal ini didukung oleh pakar di bidang penelitian yang mengisi materi pada sesi kelas, seperti Dr. Dwi Anita Suryandari, M. Biomed (Kepala Departemen Biologi Kedokteran Fakultas Kedokteran UI) dan Dr. Ridi Ferdiana, M.Hum (Jurusan Teknik Elektro dan Informasi UGM).
Ibu Anita, yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menghadiri acara GPIR, memberikan materi tentang metodologi penelitian. Sebelumnya, beliau mengingatkan peserta untuk kritis terhadap lingkungan dan tidak lupa untuk mengembangkan rasa ingin tahu. Sebagian besar proposal yang lolos pada acara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) merupakan penelitian yang mampu mengenali masalah di lingkungan sekitar dan budaya lokal. Sedangkan syarat metodologi penelitian meliputi obyektivitas, reliable, valid dan logis. Pada akhir sesi, Dr. Anita berpesan, “Jangan menjadikan blog sebagai acuan pada penelitian, sebab blog tidak valid”.
Pada sesi selanjutnya, Bapak Ridi Ferdiana memberikan pengarahan tentang urgensi penelitian. Beliau selalu menekankan bahwa penelitian yang berkualitas tidak harus kompleks, “Cukup yang sederhana tapi tepat guna”. Penelitian yang baik merupakan penelitian yang dapat diterapkan dengan mudah dan dapat diwujudkan. Siswa selalu dihimbau untuk tidak melupakan kejujuran, mengikuti proses dengan baik, netral, bermanfaat bagi banyak manusia, dan menyelesaikan masalah yang penting untuk segera diselesaikan.
Acara dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan proposal dengan memanfaatkan teknologi komputer oleh Ninda Frizky Rahmawati, Irfan Joyo Kusumo, dan Muhammad Hasan Habib (Jurusan Teknik Elektronika dan Informasi UGM). Setelah kegiatan berakhir, peserta dipersilakan untuk mempersiapkan sesi konsultasi dan pengarahan penelitian oleh mentor-mentor dari tim sagasitas. (@dydhn)
