Ancaman Pemugaran dan Renovasi Gedung bagi Kelangsungan Hidup Serak Jawa (Tyto alba) di Provinsi D.I. Yogyakarta

Ancaman Pemugaran dan Renovasi Gedung bagi Kelangsungan Hidup Serak Jawa (Tyto alba) di Provinsi D.I. Yogyakarta

Oleh : Bintang Rantau Randa, Ferdinand Thema Warastratama, Riyogo Dhemeswara dan Fauzi Bima Wijaya (SMAN 1 Kasihan) – Gold Medal OPSI 2011, 2nd Place MOSTRATEC 2012 Brazil, National and International Best Project

Di Indonesia, khususnya di daerah Provinsi DIY, kita sudah sulit menemukan keberadaan burung hantu atau serak jawa (Tytoalba). Serak jawa berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satunya serak jawa mampu mengendalikan populasi tikus yang berpotensi menjadi hama bagi petani dan penyebar penyakit leptospirosis. Di wilayah perkotaan serak jawa sering bersarang di dalam gedung atau rumah.

Namun, faktanya masyarakat banyak yang tidak mengetahui peran penting dari serak jawa ini. Akibatnya masyarakat masih sering memburunya dan melakukan renovasi bangunan tanpa memperhatikan keberadaan sarang serak jawa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang, faktor yang mempengaruhi lokasi bersarang, dan dampak renovasi terhadap kelangsungan hidup serak jawa. Untuk mengetahui hal itu, penelitian ini menggunakan metode observasi, studi literatur, danwawancara.

Penelitian ini menemukan beberapa fakta :

1) Serak Jawa cenderung bersarang di eternit yang rusak atau berlubang.  2) Serak Jawa memilih lokasi bersarang dengan ketinggian 7-15 meter serta yang sulit dijangkau manusia. 3) Renovasi gedung yang tidak memperdulikan kehidupan serak jawa akan mengakibatkan turunnya populasi burung ini.