Siap menulis laporan penelitian

Dalam menulis laporan penelitian, seorang peneliti harus benar-benar paham dengan setiap bagian yang akan ditulis. Mulai dari latar belakang penelitian sampai ke simpulan harus ditulis dengan sistematis, karena masing-masing bagiannya saling berkaitan (bukan saling mengulang). Misalnya dalam latar belakang kita sudah mengungkapkan data tentang A, maka dalam bagian selanjutnya sebaiknya data tersebut tidak disebutkan lagi. Begitu pula hal yang ada dalam kajian pustaka tidak perlu ditulis kembali dalam bab pembahasan atau analisis.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diingat dan referensi bacaan yang mudah-mudahan dapat membantu dalam penulisan laporan penelitian

1.  Menulis latar belakang yang baik

Hal yang perlu di ingat di sini adalah menulis merupakan keterampilan yang harus terus dilatih, bacalah berulang kali latar belakang yang sudah ditulis dan edit kembali. Tujuan latar belakang adalah mengantarkan pembaca pada pemahaman tentang apa yang akan dia baca setelahnya dan juga tentang pentingnya bacaan yang selanjutnya. Oleh karena itu, latar belakang yang baik akan sangat menentukan penelitian kita dibaca atau tidak. Logika dan data yang disusun secara sistematis menjadi kuncinya. Tautan berikut sedikit banyak dapat menjadi gambaran bagaimana latar belakang dibuat. Silahkan ikuti tautan ini.

2.  Tinjauan pustaka atau Landasan Teori

Jika kita menganggap bahwa landasan teori dan tinjauan pustaka itu sama itu sedikit keliru, karena dalam aplikasinya kedua hal tersebut fungsinya berbeda. Secara umum, landasan teori digunakan untuk menganalisis data penelitian. Sedangkan tinjauan pustaka berfungsi untuk mengantarkan penulis dan pembaca pada pemahaman yang sama terhadap data yang disajikan dalam pembahasan.

3.  Bedakan antara rumusan dan pertanyaan penelitian

Rumusan berupa pernyataan tentang masalah yang akan dikaji, sedangkan pertanyaan berupa kalimat tanya yang menanyakan tentang masalah yang akan dikaji.

4.  Metode bukan Metodologi penelitian

Jika kita membuka kamus maka kedua kata tersebut memiliki arti yang berbeda. Metode adalah cara, sedangkan metodologi adalah ilmu tentang cara tersebut.

5.  Setiap penelitian memiliki metodenya sendiri

Hal ini sering terabaikan setelah kita membaca jurnal atau laporan penelitian terdahulu kita langsung sepakat dan menggunakan metode tersebut dalam penelitian kita. Padahal belum tentu semuanya cocok. Misalnya, dalam sebuah penelitian ada populasi dan sampel, tapi kenyataannya tidak semua penelitian memiliki populasi dan sampel. Begitu juga dengan “alat dan bahan” dalam penelitian sosial biasanya tidak ada.

6.  Membuat daftar pustaka

Membuat daftar pustaka harus sesuai dengan aturan. Aturan pembuatan daftar pustaka ada banyak, oleh karena itu pilih salah satu saja.

Contoh:

Buku

Kristol, Irving. 1983. Reflection of a Neoconcervative: Looking Back, Looking Ahead. New  York: Free Press.

Buku kumpulan artikel

Skinner, Kiron (ed).2003. Reagan: A Life in Letters.New York. Free Press.

Artikel dalam buku kumpulan artikel:

Sutton, Frank. 2006. Nation-Building in US Foreign Relations. Dalam Francis Fukuyama (ed), Nation-Building: Beyond Afghanistan and Iraq. Baltimore: Jhon Hopkins University Press.

 Artikel dalam jurnal atau majalah:

Skocpol, Theda.1977. Wallerstein’s Capitalist World System and Historical Critique. The American Journal of Sociology, March, Vol.82, No.5.

 Artikel dalam koran:

Hiarej, Erik. 2 Nopember, 2008. Terorisme dan Individualisasi Perang. Kompas, hlm.6.

 Tulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang):

Kompas. 14 November, 2008. Korea Utara Semakin Mengisolasi Diri, hlm.9

 Dokumen resmi:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Depdikbud. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional.1990.Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

 Buku terjemahan:

Soros, George.2000. Open Society: Reforming Global Capitalism. Terjemahan Sri Koesdiyantiyah.2007. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

 Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian:

Sugito.2007. Analisis Terhadap Misi Peacebuilding United Nations Transition Administration In East Timor (UNTAET). Tesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Sekolah Pasca Sarjana UGM.

 Makalah seminar, lokakarya, penataran:

Garnaut, Ross. 2008. Indonesia and the World of Climate Change. Makalah disajikan dalam Panglaykim Memorial Lecture. CSIS, Jakarta, 17 Oktober.

 Internet (karya individual)

Ahmadi, Sidiq.2008. Tantangan ASEAN Pasca Agreement on Transboundary Haze Pollution. (Online), (http://www.aseansec.org/pdf/agr_haze.pdf, diakses 12 November 2008).

 Internet (artikel dalam jurnal online)

Herningtyas, Ratih. 2007. Pengaruh Internet terhadap Demokrasi. Jurnal Ilmu Hubungan Internasional. (Online), Jilid 2, No.4, (http://www.umy.ac.id, diakses 1 Januari 2008)

Selain beberapa hal tersebut, tentunya masih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan laporan penelitian yang baik, seperti pembuatan tabel dan gambar serta penamannya yang juga memiliki aturannya tersendiri. Oleh karena itu, lebih baik jika kita mencari tahu terlebih dahulu tentang apa yang akan kita tuliskan atau sajikan dalam laporan penelitian.[ujangfahmi]

sumber gambar: disini

Silahkan juga mengunduh format laporan penelitian disini

Sekretariat Sagasitas - Jalan Cendana No 9 Yogyakarta, 55223 Indonesia
Sanggar Sagasitas - Jalan Pogung Raya 272F, Sinduadi, Mlati, Sleman, 55284 Indonesia