Penerapan Hukuman Finansial Untuk Memiskinkan Koruptor

Judul Penelitian: Efek Jera Maksimum Melalui Penerapan Hukuman Finansial Untuk Memiskinkan Koruptor : Analisis Social Cost Of Corruption Pada Kasus Korupsi BUMN/D Indonesia Tahun 2001-2008

Penyusun : Azmy Basyarahil & Dani Aufar (Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada)

Keterangan : Juara II Pemilihan Peneliti Remaja (PPRI) LIPI Ke-9 Kategori Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan

ABSTRAK

Karya tulis ini bertujuan untuk memberikan kontribusi ilmiah sekaligus penyadaran bagi masyarakat dan aparat penegak hukum mengenai keberadaan social cost of corruption (biaya sosial korupsi) sebagai instrumen baru dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Setiap bentuk tindak kriminal, tak terkecuali korupsi—victimeless and extraordinary crime, akan menciptakan beban biaya sosial (social cost crime) kepada masyarakat. Ada berbagai cara untuk memperkirakan biaya sosial kejahatan (Brand dan Price, 2000, Dubourg et al, 2005). Brand and Price (2000) membagi biaya sosial kejahatan menjadi tiga kelompok utama, yaitu: biaya akibat, biaya antisipasi, dan biaya reaksi.

Penelitian ini merupakan studi empiris dengan menggunakan pendekatan restrospective study. Kota Yogyakarta kami jadikan sebagai proxy untuk menentukan besarnya biaya sosial dalam penanganan kasus korupsi. Kami memilih Yogyakarta karena merupakan medium city sehingga dapat mewakili kota besar maupun kota kecil lain di seluruh Indonesia. Besarnya kerugian negara dari setiap kasus korupsi di BUMN/D yang telah diputuskan oleh MA ditinjau kembali berdasarkan data primer yang kami dapatkan dari berbagai instansi hukum, seperti KPK, POLDA DIY, Kejaksaan DIY, Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, dan LP Yogyakarta.

Melalui penelitian ini, dapat diketahui bahwa ternyata negara menanggung beban biaya sosial sebesar Rp 64,12 Triliun. Biaya sosial yang selama ini merugikan  negara seharusnya dibebankan langsung pada para koruptor. Karena secara teoritis, hukuman dalam bentuk perampasan aset (asset recovery) lebih efektif untuk menanggulangi korupsi dan organised crime (Bowles & Garoupa, 2005). Sementara hukuman yang selama ini diterapkan seperti memenjarakan para koruptor, kenyataannya membutuhkan biaya lebih besar dan belum tentu efektif memberikan efek jera. Orientasi koruptor adalah uang, maka efek jera akan maksimum jika hukuman dilakukan untuk memiskinkan koruptor. Dengan demikian, orang-orang akan ciut nyalinya jika berniat melakukan kejahatan luarbiasa yang akan membunuh masa depan bangsa ini.

KATA KUNCI: Social Cost of Corruption, Beban Biaya Sosial, Kerugian Negara, Memiskinkan Koruptor

Sekretariat Sagasitas - Jalan Cendana No 9 Yogyakarta, 55223 Indonesia
Sanggar Sagasitas - Jalan Pogung Raya 272F, Sinduadi, Mlati, Sleman, 55284 Indonesia