I-TALAS (Integrated Talang System)

Solusi Kekurangan Air Daerah Karst Pegunungan Seribu (Desain Genteng Ditinjau dengan Resultan Torsi dan Resultan Gaya)

Oleh : Dini Pramesti, Alina Listiyani Prayogo, dan Andang Kurniawan (SMAN 2 Bantul) – Medali Emas OPSI 2012

Daerah karst Pegunungan Seribu gundul, gersang, dan sulit air. Proyek pengaliran air ke rumah penduduk tidak berhasil karena topografi daerah ini yang bergunung-gunung, pola persebaran penduduk yang menyebar, dan jauhnya jarak dengan sumber air yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada pipa dan habisnya air di tengah jalan. Sehingga sumber air yang paling diharapkan adalah air hujan. Pemerintah pernah mengadakan proyek Penampungan Air Hujan (PAH). Namun gagal karena sistem penangkapan air hanya dengan sistem talang gabung. Maka, perlu diadakan penggabungan dengan sistem talang tepi. Talang mempunyai sifat berharga mahal, mudah berkarat dan rusak. Maka penulis membuat inovasi genteng berbahan tanah liat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain I-TALAS, meninjau gaya pada I-TALAS, dan mengetahui penerapan I-TALAS.

Penelitian ini adalah penelitian desain arsitek dengan metode observasi, studi pustaka, dan eksperimen. Desain I-TALAS mengacu pada genteng press, baik secara ukuran dan fungsi. Talang I-TALAS diatur supaya tidak mengalami kebocoran. Pengait pada I-TALAS ditinjau dengan torsi dan resultan gaya agar I-TALAS seimbang dan air tidak meluap.

Hasil dari penelitian ini adalah: desain I-TALAS adalah dengan menambahakan fungsi talang; I-TALAS berukuran lebar 23 cm, panjang 30 cm, diameter talang 16 cm, pengait (tinggi= 4 cm, lebar= 3, dan panjang=7 cm), “sambungan” 1 cm; penerapan I-TALAS dengan memadukannya dengan sistem talang gabung sehingga air yang ditampung akan 2 kali lebih banyak.

Kata kunci: I-TALAS, genteng, talang, talang tepi, talang gabung

Sekretariat Sagasitas - Jalan Cendana No 9 Yogyakarta, 55223 Indonesia
Sanggar Sagasitas - Jalan Pogung Raya 272F, Sinduadi, Mlati, Sleman, 55284 Indonesia