LPB_thumb.png

LPB DIY 2013

Selamat datang di website Lomba Peneliti Belia DIY Lomba Peneliti Belia DIY 2013 adalah lomba yang diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah SMA/MA/SMP/MTs di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih berusia 13-19 tahun More »

DSC0452_thumb.jpg

Ulang tahun ke-9 Sagasitas

Tidak terasa sagasitas kini sudah menginjak usia yang ke 9 Tahun. Berada dibawah binaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sagasitas konsisten dalam melakukan pembinaan peneliti remaja. Selain itu More »

_MG_0385

Kontak Pembimbing

“Gimana penelitiannya dek, sudah sampai mana?” Mungkin kata-kata tersebut sangat sering didengar teman-teman, dari kakak-kakak pembimbingnya masing-masing, atau malah belum pernah didengar? Atau malah sekarang sedang kangen ditanya begitu sama kakak pembimibing?. More »

SRE 2013

Pengumuman: SRE 2013

Setelah sekian lama proses pembinaan penelitian dilakukan oleh Tim Sagasitas, akhirnya tibalah waktunya untuk melihat bagimana hasil penelitian yang dilakukan oleh semua siswa SMA dana se- DIY baik perseorangan maupun kelompok selama More »

ilustrasi tembang ilir-ilir

Makna tembang ilir-ilir

Judul: INTERPRETASI MAKNA SINBOLIK SYAIR TEMBANG DOLANAN “ILIR-ILIR” DITINJAU DARI ASPEK NILAI MORAL DAN SPIRITUAL Peneliti: Rika Anggara Prasetya (SMAN I Prambanan, Sleman, DIY) *Finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) bidang Sosial More »

Medali dari Flamenco

Trip Report 8th IESO 2014

21-29 September 2014 Santander, Cantabria, Spanyol

Oleh Cokro W. Suratno

(SMA N 1 Yogyakarta – Teknik Geologi UGM 2014)

International Earth Science Olypiads (IESO) merupakan sebuah kompetisi tahunan internasional yang mengujikan peserta dengan pengetahuan tentang ilmu geosains atau kebumian. Kebumian mempunyai empat sub bab utama yang sangat berkaitan dengan bumi. Kita mempelajari bumi sebagai benda padat di Geologi, bumi sebagai benda cair di Oseanografi dan Hidrologi, bumi sebagai gas di Meteorologi dan Klimatologi, dan bumi sebagai planet di Astronomi.

Medali dari Flamenco 1

Tempat pelaksanaan IESO tiap tahunnya berpindah tempat, berpindah negara. Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada tahun 2010 di Yogyakarta. Kali ini, IESO diselenggarakan di Tanah Flamenco, yaitu di Spanyol dengan host city adalah Santander di Provinsi Cantabria. Santander merupakan ibukota dari Provinsi Cantabria. Kota ini berada di tepi utara Spanyol menghadap Samudra Atlantik. Yap, kota ini adalah kota pantai. Hamparan pantai putih dan dinding-dinding laut yang menyingkapkan aktivitas tektonisme dapat dengan mudah ditemukan.

Medali dari Flamenco 2

Kegiatan IESO di pusatkan di sebuah kompleks bekas istana yang bernama Palacia de la Magdalena yang terletak di ujung sebuah semenanjung. Namun, hanya mentor dan panitia utama lah yang menginap di Palacia. Para peserta menginap di kompleks asrama yang bernama Caballerizas. Konon, kompleks Caballerizas (latar belakang foto di bawah) adalah bekas kandang kuda (hehehe).

Medali dari Flamenco 3

Indonesia mengirimkan empat anak terbaik bangsa untuk berlaga di IESO 2014. Mereka adalah Cokro Wibowo Suratno (SMA N 1 Yogyakarta-Teknik Geologi UGM), Aditya Hirawan (SMA N 1 Yogyakarta-Teknik Geologi UGM), Maria Pradnya Paramita (SMA N 3 Malang-FTTM ITB), dan Gunawan Setiawan (SMA K Petra 2 Surabaya). Selain itu ada dosen dan pendamping dari kementrian, yaitu pak D. Hendra Amijaya (Teknik Geologi UGM), pak Zadrach L. Dupe (Departemen Meteorologi dan Klimatologi FITB ITB), pak Hakim L. Malasan (Departemen Astronomi FMIPA ITB), dan bu Arfah (dari Kemendikbud).

Berikut merupakan rincian kegiatannya.

Minggu, 21 September 2014

Akhirnya kami tiba di Tanah Flamenco setelah 16 jam perjalanan udara dari Jakarta transit ke Doha, Qatar dilanjutkan ke Madrid, dan terakhir ke Santander. Kami tiba satu hari lebih awal dari jadwal IESO, yaitu tanggal 22 September 2014. Kegiatan pertama adalah beristirahat di hotel dan menyegarkan diri melepaskan efek Jet lag. Santander memiliki jarak waktu 6 jam lebih lambat daripada Yogyakarta (lumayan).

Waktu kami habiskan buat jalan-jalan di pantai, mengamati batuan dan stuktur, mencicipi kuliner, dan berfoto-foto :p. Kami juga menyempatkan untuk me-review materi.

Senin, 22 September 2014

Kami pindah dari hotel tempat kami semalam menginap dan berpindah ke kompleks Palacia de la Magdalena. Dengan menggunakan taksi, kami setiba di sana di sambut oleh panitia dengan ramah. Setelah itu kami (peserta) diarahkan untuk memasuki kompleks Caballerizas dan para mentor diarahkan menuju Palacia.

Setelah meletakkan barang-barang kami istirahat sebentar dan keluar untuk berkenalan dengan pesaing-pesaing kami. Kegiatan dilanjutkan dengan berjalan-jalan di pantai. Perlu Anda tahu bahwa Caballerizas berbatasan langsung dengan pantai pasir putih dengan komposisi cangkang karbonatan yang indah. Kami tidak hanya sekedar jalan-jalan saja, namun kita juga melakukan observasi dan orientasi batuan dan arah. Hal ini sangat diperlukan jikalau di tes keluar soal tentang daerah sekitar situ. Dari hasil observasi kami, batuan di sana didominasi batupasir dan batulanau dengan material karbonatan (mirip gamping) dengan urat (rekahan yang berisi mineral) kalsit.

Selasa, 23 September 2014

IESO dimulai dengan upacara pembukaan. Upacara pembukaan dilaksanakan di Paraninfo. Paraninfo terletak di depan Caballerizas. Kami menggunakan jas yang terbuat dari bahan songket asal Rote (NTT) asli. Kami (yang pria) menggunakan ikat kepala dari Bali. Sebelum upacara pembukaan di mulai, ada official photo. Kami bisa bertemu peserta dari 22 negara tersebut.

Setelah upacara pembukaan usai, kami berjalan ke Palacia untuk makan siang. Di sepanjang perjalanan, pemandangannya sangat indah.

Makan siang pun usai. Kami harus bergegas kembali ke Caballerizas untuk mengumpulan segala alat elektronik dan komunikasi kepada panitia.

Medali dari Flamenco 4

Kegiatan dilanjutkan dengan bermain di pantai bersama seluruh peserta. Di pantai, kami diharuskan membuat sebuah miniatur bangunan atau bentukan alam dari pasir. Kami putuskan untuk membuat miniatur Candi Borobudur. Walaupun tidak begitu mirip dan bentuknya agak aneh, para panitia terkesan dengan buatan kami. Setelah semuanya selesai membuat miniatur dari pasir, semuanya dikumpulkan. Ternyata miniatur-miniatur itu dinilai dan ternyata Borobudur kami menjadi yang terbaik! Kami dihadiahi seember permen oleh Mr Taylor dari Amerika Serikat.

Medali dari Flamenco 5

Malam harinya dilakukan kontes Flamenco. Pertamanya, ada dua orang LO (pemandu) yang menari Flamenco. Sangat menarik! Akhirnya kami diajak menari tarian Macarenas bersama mereka di depan panggung. Akhirnya kami menari! Tarian Macarenas dilanjutkan dengan tarian-tarian tradisional dari masing-masing negara yang ditarikan bersama. Namun, tidak semua negara menampilkannya, termasuk Indonesia.

Rabu, 24 September 2014

Hari ini adalah waktunya ekskursi ke berbagai daerah di Provinsi Cantabria. Hal ini perlu dilakukan untuk mengenalkan profil Provinsi Cantabria kepada seluruh peserta dari berbagai belahan dunia ini.

Pertama, kami diajak ke sebuah sekolah. Kita berempat dimasukkan ke dalam kelas yang berbeda. Di sana dijelaskan tentang kehidupan bersekolah di sana dan ada tanya jawab dengan siswa di sana. Dengan aktivitas ini kita bisa mengetahui kehidupan remaja di sana.

Kedua, kita diajak ke kampus University of Cantabria. Di sana kita dikenalkan dengan puluhan koleksi kristal dan mineral yang sangat indah. Warna dan bentuk kristal koleksi kampus itu sangat bagus dan ideal. Selanjutnya, kita diajak ke sebuah tanah lapang untuk melakukan penanaman pohon. Menanam di sana bukanlah hal yang mudah. Tanahnya kering, tandus, dan keras. Kita perlu bersusah payah untuk menggali sebuah lubang untuk calon pohon dengan menggunakan cangkul yang kecil (di Indonesia cangkulnya gedhe-gedhe).

Medali dari Flamenco 6

Ketiga, kita mengunjungi sebuah daerah bekas pertambangan. Pertambangan itu sumber nikel, seng, dan timbal yang sudah ditambang lebih dari 100 tahun. Namun, karena persediaan material-material itu telah habis, aktivitas penambangan hentikan dan daerah pertambangannya menjadi sebuah danau yang cukup lebar.

Keempat, kita mengunjungi kota Santillana (dibaca Santiyana). Kota tersebut merupakan kota zaman pertengahan. Dinding-dinding rumah dan jalanannyanya masih menggunakan batu. Batu yang digunakan adalah batupasir dengan pecahan mika muscovit dan diorit (. Memasuki kota itu bagaikan masuk di sebuah film zaman-zaman pertengahan seperti Van Helsing dan The Hobbit. Di tempat itu kami juga menyempatkan untuk membeli souvenir dan berfoto-foto.

Kelima, bis kami berhenti di sebuah museum. Museum itu bernama Museo de Altamira. Museum itu berisi tiruan gua peninggalan zaman pra sejarah berupa lukisan-lukisan gua. Museum tersebut dibuat semirip mungkin dengan gua aslinya. Gua aslinya tidak boleh dimasuki sembarangan orang (nggak kayak di Indonesia ya hehe). Hal tersebut untuk melindungi lukisan-lukisan gua itu. Di dalam museum itu juga terdapat video hologram yang menampilkan aktivitas manusia pra sejarah secara tiga dimensi.

Kamis, 25 September 2014

Kami memberi nama hari ini sebagai Execution Day. Mengapa? Karena pada hari ini tenaga dan pikiran kita bakal diperas. Pagi sampai siang kami harus berkompetisi di IFTI , beristirahat sebentar, dan dilanjutkan tes IESO yang sesungguhnya, tes tertulis, sampai petang hari.

Medali dari Flamenco 7

International Field Team Investigation (ITFI) adalah sebuah salah satu rangkaian kompetisi dalam IESO, di luar penilaian untuk medali, yang dilakukan secara berkelompok. Kita harus mengambil data, mengolah data, dan mempresentasikannya. Kita berempat (Tim Indonesia) terpisah dalam empat kelompok yang berbeda. Saya berada di kelompok Silurian. Anggota kelompok silurian terdiri dari berbagai negara. Ada Hugo dari Perancis, Chikara dari Jepang, Eva dari Spanyol, Shin Huan Huang dari Taiwan, Jae Yeon dari Korea Selatan, Fatimah dari Kuwait, Anton dari Ukraina, Tiziano dari Italia, dan Alexandra dari Belarussia. Tugas kami adalah membuat rekaman sedimen pantai Somo dengan metode Laquier. Kami perlu membuat dinding pada pasir, kemudian menuangkan cairan Laquier dua kali ke dinding yang telah diberi kanvas pada penuangan kedua, dan menarik kanvasnya. Setelah bercapai-capai di Pantai Somo, kami kembali ke Caballerizas dengan kapal untuk persiapan menuju tes tertulis.

Kemudian kami menjalani tes tertulis. Tes kali ini berbeda dengan tes-tes IESO pada tahun sebelumnya. Jika tes IESO tahun-tahun sebelumnya Geologi, Hidrosfer, Atmosfer, dan Astronomi soalnya disendirikan paketnya, namun kali ini soalnya adalah komprehensif. Satu paket soal berisi studi kasus yang harus dianalisis dengan keempat sub bab tersebut. Satu sub bab dikaitkan dengan sub bab yang lainnya sehingga lebih kompleks, misalnya tentang siklus pasang-surut air laut (hidrosfer) dikaitkan dengan siklus bulan (astronomi).

Jumat, 26 September 2014

Hari Jumat kita akan menjalani tes dari pagi sampai dengan sore. Tes kali ini terdiri dari dari tes tertulis dan tes praktek. Tes tertulisnya hampir sama dengan hari sebelumnya hanya waktunya lebih singkat. Pada tes prakteknya, kita harus memasuki pos-pos yang masing-masing terdapat pertanyaan yang berbeda-beda. Setiap pos diberi waktu selama 5 menit, itu termasuk perjalanannya menuju pos tersebut.

Pada pos pertama kita harus mengidentifikasi sampel batuan dan mineral dan menjawab pertanyaan yang ada di naskah soal. Pada pos kedua hampir sama tetapi sampelnya berupa fosil. Pada pos ketiga kami harus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan geomorfologi, sedimentologi, dan mass wasting (longsor, erosi, dan lainnya). Ketika di pos keempat, saya merasa waktunya kurang panjang. Kita diminta untuk mengeplot beberapa lokasi pada peta berdasarkan koordinat GPS. Sebenarnya itu hal yang sederhana, tapi butuh waktu yang lebih panjang lagi hehehe. Kemudian kita harus berlari menuju pos kelima. Jaraknya memang tidak begitu jauh, tetapi kita harus menuruni bukit yang agak terjal. Di pos kelima, kita diberi sebuah kompas geologi dan diminta untuk mengukur kemiringan dan jurus dari suatu singkapan lapisan batuan yang bentuknya saja tidak jelas. Selain itu, pada menit-menit awal saya masih kebingungan dengan cara pemakaian kompas geologi itu. Walaupun telah diajari kompas geologi sewaktu pembinaan, kompas geologi ini sangat berbeda bentuk dan pemakaiannya. Saya perlu berhenti sejenak dan berfikir lebih dalam. Kemudian dilanjutkan ke pos keenam. Nah, jarak antara pos kelima dan keenam ini sekitar 500 meter horizontal, 100 meter vertikal. Kami harus berlari mengejar 5 menit naik-turun bukit yang terjal. Dengan terengah-engah kami sampai di pos keenam. Pos keenam terletak di bibir sebuah jurang tepi laut. Kami diminta untuk mencentang segala macam bahaya yang bisa terjadi di daerah itu. Setelah itu kami berpindah ke pos ketujuh yang letaknya tidak begitu jauh dari pos keenam. Kami diminta untuk mengidentifikasi fosil yang “tertanam” dalam batu. Waktu lima menit untuk pos ketujuh telah habis dan kita bergegas menuju pos kedelapan, pos terakhir. Di pos terakhir itu, kita diminta melihat laut dan mengidentifikasi pasang atau surut. Setelah itu, kami diminta memperkirakan kapan pasang atau surut itu terjadi lagi. Dan selesai, istirahat!

Sabtu, 27 September 2014

Hari ini kita akan presentasi ITFI. Namun, sebelumnya kita harus menganalisis dan mengerjakan file presentasinya.Kami melakukan analisis struktur sedimen dan proses yang berpengaruh terhadapnya bersama-sama. Kami berdebat cukup seru. Kemudian, kami presentasikannya. Cara presentasi kami paling berbeda. Menurutku itu bukan suatu presentasi ilmiah yang serius dan tegang (seperti yang dilakukan kelompok lain), tetapi malah sebuah presentasi ilmiah yang sangat lucu, banyak lawakan, menarik, dan berwarna. Kami menamai kelompok kami dengan Silurian Fish!

Pada malam harinya, kami menyaksikan pertunjukan seni tradisional asli Cantabria dengan mendatangkan profesionalnya. Malam itu belangsung seru. Tariannya membuat kita bersemangat. Di akhir pentasnya, para peserta IESO diajak menari bersama mereka.

Minggu, 28 September 2014

Hari Minggu, 28 September 2014 kami menyebutnya dengan Judgement Day atau Hari Penghakiman/Keputusan. Hari ini akan diumumkan hasil penilaian dewan juri. Sebenarnya kami tidak begitu berdebar-debar. Mengapa? Karena mentor kami, setelah pertunjukan semalam, memberitahu kami “bocoran”. Beliau tidak menyebutkan perolehan medalinya, hanya menyebutkan kalau tim Indonesia mendapatkan medali semua. Dengan  mengucapkan “Alhamdulillahirobbil a’lamin” dan sujud syukur, akhirnya inilah hasilnya:

Medali dari Flamenco 8

  1. Cokro Wibowo Suratno : Medali Perak dan Special Mention to Their Enthusiasm for Group Number 2 (Silurian!!!)
  2. Aditya Hirawan : Medali Perak
  3. Maria Pradnya Paramita : Medali Perunggu dan Best Scientific Research for Group Number 8
  4. Gunawan Setiawan : Medali Perunggu dan Best Collaborative Attitude for Group Number 7

Negara Asia berjaya. Yang mendapatkan medali emas hanya dipegang oleh kontingen-kontingen dari Asia, seperti Taiwan, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Taiwan mendapatkan 3 emas, Jepang 3 emas, Thailand 2 emas, dan Korea Selatan 1 emas. Juara umum dipegang oleh Taiwan dengan 3 emas dan 1 Perak. Peringkat pertama pun dipegang oleh Taiwan.

Senin, 29 September 2014

Akhirnya waktu terberat tiba. Kita harus meninggalkan kota yang cantik ini. Walaupun makanannya tidak begitu cocok di perut, namun kenangan akan teman-teman dan suasana akan membuatku merindu sewaktu pulang ke Indonesia.

Medali dari Flamenco 9

Kesimpulan

Bagi saya pengalaman ini merupakan suatu keberuntungan yang luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada saya. Saya sedari kecil tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan sehebat ini. Alhamdulillahirobbila’lamiin….

OPSI 2014 (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia)

Pameran penelitian OPSI 2014 akan dilangsungkan pada Selasa, 21 Oktober 2014 di Gedung Multi Purpose UIN
OPSI 2014 Jogjakarta

Mars OPSI 2014 (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia)

MARS OPSI song_001Untuk mendownload lagu silahkan klik [download mars opsi 2014]

Untuk mendownload lirik lagu silahkan klik [download lirik mars opsi 2014]

Untuk mendownload paritur lagu silahkan klik [download partitur mars opsi 2014]

Materi Persiapan LPIR SMP 2014

Persiapan-LPIR-SMP-2014

Materi yang telah disampaikan pada hari Jumat, 11 Juli 2014 dapat diunduh pada link di bawah ini:

Panduan LPIR SMP 2014

Persiapan LPIR SMP 2014 (ppt)

Panduan Poster Ilmiah

Panduan Poster SRE 2014

Panduan poster dapat diunduh pada tautan di bawah ini :

Panduan Poster Ilmiah SRE 2014

 

Jadwal Pameran SRE (Sagasitas Research Exhibition) 2014:

  • Selasa, 24 Juni 2014
    16.00 – 19.00 WIB : loading barang pameran dan penempelan poster
  • Rabu, 25 Juni 2014
    07.00 – 16.00 WIB : Pameran
  • Kamis, 26 Juni 2014
    07.00 – 16.00 WIB : Pameran

 

Hal yang perlu dibawa :

  • Alat-alat untuk menempel poster
  • Taplak meja
  • Prototype atau hasil penelitian
  • Log book (wajib)
  • Benda atau alat pendukung pameran

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  1. Peserta menggunakan seragam saat pameran SRE 2014.
  2. Bagi peserta yang mendapatkan poster tipe intel ISEF harap judul diprint terpisah seperti pada contoh poster.

 

 

 

 

Jika ada pertanyaan silahkan beri komentar di bawah ini.