LPB_thumb.png

LPB DIY 2013

Selamat datang di website Lomba Peneliti Belia DIY Lomba Peneliti Belia DIY 2013 adalah lomba yang diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah SMA/MA/SMP/MTs di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih berusia 13-19 tahun More »

DSC0452_thumb.jpg

Ulang tahun ke-9 Sagasitas

Tidak terasa sagasitas kini sudah menginjak usia yang ke 9 Tahun. Berada dibawah binaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sagasitas konsisten dalam melakukan pembinaan peneliti remaja. Selain itu More »

_MG_0385

Kontak Pembimbing

“Gimana penelitiannya dek, sudah sampai mana?” Mungkin kata-kata tersebut sangat sering didengar teman-teman, dari kakak-kakak pembimbingnya masing-masing, atau malah belum pernah didengar? Atau malah sekarang sedang kangen ditanya begitu sama kakak pembimibing?. More »

SRE 2013

Pengumuman: SRE 2013

Setelah sekian lama proses pembinaan penelitian dilakukan oleh Tim Sagasitas, akhirnya tibalah waktunya untuk melihat bagimana hasil penelitian yang dilakukan oleh semua siswa SMA dana se- DIY baik perseorangan maupun kelompok selama More »

ilustrasi tembang ilir-ilir

Makna tembang ilir-ilir

Judul: INTERPRETASI MAKNA SINBOLIK SYAIR TEMBANG DOLANAN “ILIR-ILIR” DITINJAU DARI ASPEK NILAI MORAL DAN SPIRITUAL Peneliti: Rika Anggara Prasetya (SMAN I Prambanan, Sleman, DIY) *Finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) bidang Sosial More »

Menerapkan Ilmu Pengetahuan

Jumat, 7 Maret 2014, merupakan hari ketiga terselenggaranya Gladhi Penelitian Ilmiah Remaja. Peserta mendapat kesempatan emas untuk bertemu dengan salah satu dewan juri sains terapan OPSI, yaitu Dr. dr. Boedhi Susilo, M.Si. Diawali dengan menjelaskan pengertian ilmu pengetahuan, dr. Budhi mengarahkan peserta untuk mengetahui dasar-dasar penulisan proposal karya ilmiah. “Ilmu adalah pengetahuan yang dilahirkan melalui suatu metode ilmiah”. Beliau juga memberikan persamaan untuk menyelesaikan masalah dengan baik, yaitu P = (E – O) x C atau Problem = (Expectation – Observation) x Concern.

Setelah istirahat dan makan siang, sesi kelas kembali dibuka oleh Dr. Susiani Purbaningsih, DEA (Biologi, Universitas Indonesia). Pada kesempatan ini beliau memberikan pengarahan tentang Analisis dan Metode Penelitian. Secara sederhana beliau menggambarkan analogi ilmu pengetahuan yang mampu dimengerti oleh siswa. “Coba bayangkan gelas kosong sebagai bekal awal kita pada saat diberi pengarahan oleh guru. Sebelum berangkat ke sekolah bacalah buku atau materi yang ada di internet. Paling tidak kita punya bekal, gelas kosong tadi sudah terisi setengah. Sesampainya di sekolah, guru akan menuangkan ilmu pengetahuan baru, sehingga gelas kalian akan lebih cepat terisi penuh”.

Setelah sesi kelas kedua selesai dilaksanakan, terdapat dua agenda yang dilaksanakan di Hotel Cailendra Extention. Peserta GIPR mendapat pengarahan oleh Drs. H. Mukhlis Ainuri, M.Hum tentang penulisan laporan penelitian. Beliau menjelaskan secara rinci aturan-aturan penulisan karya ilmiah. “Penyakit dalam tulisan karya ilmiah adalah plagiarisme”, beliau juga menyampaikan bahwa peneliti harus memiliki sifat yang terbuka untuk dapat menerima saran dan kritik. Pada waktu yang sama, perwakilan guru SMA se-DIY mendapatkan pengarahan dari narasumber, yaitu Dr. dr. Boedhi Susilo, M.Si., Dr. Dwi Anita Suryandari, M. Biomed., dan Dr. Susiani Purbaningsih, DEA. Sesi diskusi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran penelitian di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Ilmu pengetahuan tidak akan habis jika dibagi, justru dia akan terus berkembang”- Dr. Susiani Purbaningsih, DEA. (@dydhn)

Meningkatkan Kualitas Penelitian (GPIR 2014)

Pada hari kedua Gladhi Penelitian Ilmiah Remaja yang diselenggarakan di Hotel Cailendra Extension, para peserta semakin terpacu untuk melakukan make over penelitian. Tentu saja hal ini didukung oleh pakar di bidang penelitian yang mengisi materi pada sesi kelas, seperti Dr. Dwi Anita Suryandari, M. Biomed (Kepala Departemen Biologi Kedokteran Fakultas Kedokteran UI) dan Dr. Ridi Ferdiana, M.Hum (Jurusan Teknik Elektro dan Informasi UGM).

Ibu Anita, yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menghadiri acara GPIR, memberikan materi tentang metodologi penelitian. Sebelumnya, beliau mengingatkan peserta untuk kritis terhadap lingkungan dan tidak lupa untuk mengembangkan rasa ingin tahu. Sebagian besar proposal yang lolos pada acara Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) merupakan penelitian yang mampu mengenali masalah di lingkungan sekitar dan budaya lokal. Sedangkan syarat metodologi penelitian meliputi obyektivitas, reliable, valid dan logis. Pada akhir sesi, Dr. Anita berpesan, “Jangan menjadikan blog sebagai acuan pada penelitian, sebab blog tidak valid”.

Pada sesi selanjutnya, Bapak Ridi Ferdiana memberikan pengarahan tentang urgensi penelitian. Beliau selalu menekankan bahwa penelitian yang berkualitas tidak harus kompleks, “Cukup yang sederhana tapi tepat guna”. Penelitian yang baik merupakan penelitian yang dapat diterapkan dengan mudah dan dapat diwujudkan. Siswa selalu dihimbau untuk tidak melupakan kejujuran, mengikuti proses dengan baik, netral, bermanfaat bagi banyak manusia, dan menyelesaikan masalah yang penting untuk segera diselesaikan.

Acara dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan proposal dengan memanfaatkan teknologi komputer oleh Ninda Frizky Rahmawati, Irfan Joyo Kusumo, dan Muhammad Hasan Habib (Jurusan Teknik Elektronika dan Informasi UGM). Setelah kegiatan berakhir, peserta dipersilakan untuk mempersiapkan sesi konsultasi dan pengarahan penelitian oleh mentor-mentor dari tim sagasitas. (@dydhn)

MENCINTAI PENELITIAN (GPIR 2014)

Gladhi Penelitian Ilmiah Remaja (GPIR) tahun ini dimulai pada tanggal 5 Maret 2014 dan dibuka oleh Dra. Triana Purnamawati, MM., selaku Kepala Bidang Dikmenti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Acara dilanjutkan dengan materi penggalian ide penelitian dan metode dasar penelitian, yang disampaikan oleh Dr. Partini, SU. Materi selanjutnya dipaparkan oleh Bapak Rudi Prakanto dan Bapak Remigius Gunawan. Beliau menyampaikan cara menggali ide penelitian dan mencintai penelitian.

“Ide penelitian mungkin bisa sama antara satu siswa dengan yang lain dan itu dapat menimbulkan kecurigaan tentang plagiarisme. Tapi jangan takut! Mungkin pada saat yang sama, peneliti tersebut sedang memiliki energi yang sama untuk menghadapi masalah yang sama”, disampaikan oleh Bapak Rudi Prakanto secara humoris. Beliau juga menghimbau siswa untuk tidak hanya terpacu pada satu buah kompetisi saja, seperti OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia), tetapi juga penelitian lain seperti LPIR, NYIA, dan lain sebagainya.

Sependapat dengan Bapak Rudi, Bapak Remigius Gunawan menambahkan pentingnya mencintai penelitian, “Cinta bukan tentang apa yang kita miliki, tetapi apa yang kita berikan. Tanpa harapan kita tidak memiliki apa-apa. Tanpa cinta kita tidak bisa apa-apa. Tanpa Tuhan kita bukan apa-apa”.

Sehingga penelitian yang baik dimulai dari menemukan masalah dan menyelesaikannya dengan cara yang kita cintai. Namun, tidak melupakan metode yang sesuai pada penelitian tersebut.

(@dydhn, 5 Maret 2014)

Infographic: PSBI-BL 2014

infographic psbibl 2014

Sagasitas pada tanggal 26 Februari 2014 mengadakan sosialisasi dalam rangka mempersiapakan siswa SMA untuk mengikuti berbagai kompetisi penelitian baik ditingkat nasional maupun internasional. Bertempat di aula DIKPORA DIY, acara dihadiri oleh perwakilan dari DIKPORA Seksi SMA, Guru pembimbing penelitian dan siswa-siswi yang sudah dinyatakan lolos PSBI-BL 2014.

Priyo selaku perwakilan dari Seksi SMA mengatakan bahwa kegiatan yang termasuk dalam rangkaian “Klinik Sains” pesertanya dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. Hal ini merupakan suatu hal yang positif, karena berarti kegiatan ini mendapat sambutan baik dari masyarakat dan khususnya siswa di SMA. Adapun salah satu kompetisi rutin tahunan yang menjadi salah satu target kompetisi yang akan diikuti yaitu OPSI (Olimpiade Penelitian SIswa Indonesia) sebenarnya dapat diikuti oleh siapa saja. Artinya, siswa yang tidak lolos PSBIBL atau pun GPIR, asalkan memiliki penelitian yang sudah dibuat laporannya dapat mengikuti kompetisi ini.

Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, Yogyakarta dapat menjadi salah satu kiblat peneliti remaja khususnya dan dapat berbicara banyak dalam berbagai kompetisi penelitian, tambah Priyo.

Pengumuman LPBDIY

Diberitahukan kepada semua peserta yang sudah mengirimkan makalah untuk mengikuti seleksi ketahap selanjutnya dalam Lomba Peneliti Belia DIY bahwa pengumuman yang awalnya akan dilaksanakan pada:

Hari: Jum’at, Tanggal : 01/11/2013

tidak dapat dilaksanakan, karena satu dan lain hal yang masih menjadi kendala dan tidak dapat dibagikan disini. Pengumuman paling cepat akan dilaksanakan pada:

Hari: Sabtu, Tanggal: 02/11/2013

Adapun pengumuman bagi siapa saja peserta yang berhak mengikuti babak presentasi dan pameran poster akan lakukan melalui web ini dan ke nomor HP peserta dan atau pembimbing masing-masing. Untuk pengumuman melalui nomer HP peserta dan atau pembimbing, hanya peserta yang lolos yang akan dihubingi.

Demikian pengumuman tentang LPBDIY, terimakasih atas perhatiannya.

-Panitia LPBDIY-