Research-report-SPS-Services-710x400

Siap menulis laporan penelitian

Dalam menulis laporan penelitian, seorang peneliti harus benar-benar paham dengan setiap bagian yang akan ditulis. Mulai dari latar belakang penelitian sampai ke simpulan harus ditulis dengan sistematis, karena masing-masing bagiannya saling berkaitan More »

Sagasitas 2015

Workshop Pembinaan Penelitian 2015

Jogja, 08-01-2014, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan workshop pembinaan penelitian untuk guru sekolah tingkat menengah atas. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 100an lebih guru dari berbagai sekolah yang More »

LPB_thumb.png

LPB DIY 2013

Selamat datang di website Lomba Peneliti Belia DIY Lomba Peneliti Belia DIY 2013 adalah lomba yang diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah SMA/MA/SMP/MTs di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang masih berusia 13-19 tahun More »

DSC0452_thumb.jpg

Ulang tahun ke-9 Sagasitas

Tidak terasa sagasitas kini sudah menginjak usia yang ke 9 Tahun. Berada dibawah binaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sagasitas konsisten dalam melakukan pembinaan peneliti remaja. Selain itu More »

_MG_0385

Kontak Pembimbing

“Gimana penelitiannya dek, sudah sampai mana?” Mungkin kata-kata tersebut sangat sering didengar teman-teman, dari kakak-kakak pembimbingnya masing-masing, atau malah belum pernah didengar? Atau malah sekarang sedang kangen ditanya begitu sama kakak pembimibing?. More »

Siap menulis laporan penelitian

Research-report-SPS-Services-710x400

Dalam menulis laporan penelitian, seorang peneliti harus benar-benar paham dengan setiap bagian yang akan ditulis. Mulai dari latar belakang penelitian sampai ke simpulan harus ditulis dengan sistematis, karena masing-masing bagiannya saling berkaitan (bukan saling mengulang). Misalnya dalam latar belakang kita sudah mengungkapkan data tentang A, maka dalam bagian selanjutnya sebaiknya data tersebut tidak disebutkan lagi. Begitu pula hal yang ada dalam kajian pustaka tidak perlu ditulis kembali dalam bab pembahasan atau analisis.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diingat dan referensi bacaan yang mudah-mudahan dapat membantu dalam penulisan laporan penelitian

1.  Menulis latar belakang yang baik

Hal yang perlu di ingat di sini adalah menulis merupakan keterampilan yang harus terus dilatih, bacalah berulang kali latar belakang yang sudah ditulis dan edit kembali. Tujuan latar belakang adalah mengantarkan pembaca pada pemahaman tentang apa yang akan dia baca setelahnya dan juga tentang pentingnya bacaan yang selanjutnya. Oleh karena itu, latar belakang yang baik akan sangat menentukan penelitian kita dibaca atau tidak. Logika dan data yang disusun secara sistematis menjadi kuncinya. Tautan berikut sedikit banyak dapat menjadi gambaran bagaimana latar belakang dibuat. Silahkan ikuti tautan ini.

2.  Tinjauan pustaka atau Landasan Teori

Jika kita menganggap bahwa landasan teori dan tinjauan pustaka itu sama itu sedikit keliru, karena dalam aplikasinya kedua hal tersebut fungsinya berbeda. Secara umum, landasan teori digunakan untuk menganalisis data penelitian. Sedangkan tinjauan pustaka berfungsi untuk mengantarkan penulis dan pembaca pada pemahaman yang sama terhadap data yang disajikan dalam pembahasan.

3.  Bedakan antara rumusan dan pertanyaan penelitian

Rumusan berupa pernyataan tentang masalah yang akan dikaji, sedangkan pertanyaan berupa kalimat tanya yang menanyakan tentang masalah yang akan dikaji.

4.  Metode bukan Metodologi penelitian

Jika kita membuka kamus maka kedua kata tersebut memiliki arti yang berbeda. Metode adalah cara, sedangkan metodologi adalah ilmu tentang cara tersebut.

5.  Setiap penelitian memiliki metodenya sendiri

Hal ini sering terabaikan setelah kita membaca jurnal atau laporan penelitian terdahulu kita langsung sepakat dan menggunakan metode tersebut dalam penelitian kita. Padahal belum tentu semuanya cocok. Misalnya, dalam sebuah penelitian ada populasi dan sampel, tapi kenyataannya tidak semua penelitian memiliki populasi dan sampel. Begitu juga dengan “alat dan bahan” dalam penelitian sosial biasanya tidak ada.

6.  Membuat daftar pustaka

Membuat daftar pustaka harus sesuai dengan aturan. Aturan pembuatan daftar pustaka ada banyak, oleh karena itu pilih salah satu saja.

Contoh:

Buku

Kristol, Irving. 1983. Reflection of a Neoconcervative: Looking Back, Looking Ahead. New  York: Free Press.

Buku kumpulan artikel

Skinner, Kiron (ed).2003. Reagan: A Life in Letters.New York. Free Press.

Artikel dalam buku kumpulan artikel:

Sutton, Frank. 2006. Nation-Building in US Foreign Relations. Dalam Francis Fukuyama (ed), Nation-Building: Beyond Afghanistan and Iraq. Baltimore: Jhon Hopkins University Press.

 Artikel dalam jurnal atau majalah:

Skocpol, Theda.1977. Wallerstein’s Capitalist World System and Historical Critique. The American Journal of Sociology, March, Vol.82, No.5.

 Artikel dalam koran:

Hiarej, Erik. 2 Nopember, 2008. Terorisme dan Individualisasi Perang. Kompas, hlm.6.

 Tulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang):

Kompas. 14 November, 2008. Korea Utara Semakin Mengisolasi Diri, hlm.9

 Dokumen resmi:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Depdikbud. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional.1990.Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

 Buku terjemahan:

Soros, George.2000. Open Society: Reforming Global Capitalism. Terjemahan Sri Koesdiyantiyah.2007. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

 Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian:

Sugito.2007. Analisis Terhadap Misi Peacebuilding United Nations Transition Administration In East Timor (UNTAET). Tesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Sekolah Pasca Sarjana UGM.

 Makalah seminar, lokakarya, penataran:

Garnaut, Ross. 2008. Indonesia and the World of Climate Change. Makalah disajikan dalam Panglaykim Memorial Lecture. CSIS, Jakarta, 17 Oktober.

 Internet (karya individual)

Ahmadi, Sidiq.2008. Tantangan ASEAN Pasca Agreement on Transboundary Haze Pollution. (Online), (http://www.aseansec.org/pdf/agr_haze.pdf, diakses 12 November 2008).

 Internet (artikel dalam jurnal online)

Herningtyas, Ratih. 2007. Pengaruh Internet terhadap Demokrasi. Jurnal Ilmu Hubungan Internasional. (Online), Jilid 2, No.4, (http://www.umy.ac.id, diakses 1 Januari 2008)

Selain beberapa hal tersebut, tentunya masih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan laporan penelitian yang baik, seperti pembuatan tabel dan gambar serta penamannya yang juga memiliki aturannya tersendiri. Oleh karena itu, lebih baik jika kita mencari tahu terlebih dahulu tentang apa yang akan kita tuliskan atau sajikan dalam laporan penelitian.[ujangfahmi]

sumber gambar: disini

Silahkan juga mengunduh format laporan penelitian disini

Mengenal Penelitian Teknik Elektro

Why?

Karena hampir segala sesuatu yang berkaitan dengan listrik sangatlah vital. Sehingga topik penelitian di bidang teknik elektro sangatlah menarik untuk dikaji karena selain permasalahan yang cukup vital juga menjadi permasalahan banyak orang.

What?

Bidang penelitian Teknik Elektro adalah Bidang penelitian yang berlandaskan dasar-dasar ilmu elektro sebagai teori maupun implementasi dari penelitian yang akan dilaksanakan. Tema yang berkaitan dengan penelitian teknik elektro adalah perancangan rangkaian elektronis untuk tujuan dan fungsi tertentu, pengolahan sinyal berbasis piranti keras (hardware) maupun lunak (software), perancangan skema instrumentasi, robotika – mekatronika, dan teknologi tepat guna berbasis elektris. Biasanya inti

GUIDELINES PENELITIAN SEJARAH

oleh: Ravando

Judul

Buatlah judul penelitian kalian sekreatif mungkin, tetapi tidak perlu terlalu berbunga-bunga (lebay) dan tetap dalam kaidah penulisan ilmiah. Judul karya “Bertahan di Tengah Krisis: Komunitas Tionghoa dan Ekonomi Kota Cirebon pada Masa Depresi Ekonomi, 1930-1940″ tentu terdengar lebih menarik jika dibandingkan dengan “Perkembangan Ekonomi Kota Cirebon pada Tahun 1930-1940″ atau “Cirebon pada Masa Depresi Ekonomi, 1930-1940,” Namun sebaiknya judul dicantumkan ketika penelitian kalian telah selesai. Karena temuan fakta kalian bisa berpengaruh terhadap perubahan judul penelitian. 

Pengantar Penelitian Sains Terapan Bidang Kesehatan

Oleh: Rhama – Tata – Fian

Penelitian kesehatan sebetulnya mencakup cabang ilmu yang sangat luas meliputi biologi, anatomi, fisiologi, farmakologi, psikiatri/psikologi, bahkan mencakup juga ilmu sosial humaniora. Namun dalam event Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), bidang kesehatan masuk ke dalam kelompok Sains Terapan, sehingga kita bisa menyempitkan sudut pandang bidang kesehatan ini sebagai ilmu pengetahuan murni (sains) yang bisa diterapkan ke masyarakat secara langsung.

Berbeda dengan kelompok Sains Dasar yang banyak membahas tentang pembuktian suatu teori, atau bahkan menambahkan ilmu atau teori baru. Kelompok Sains Terapan ini akan lebih fokus menciptakan suatu produk yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat (yang tercantum pada rumusan masalah).

Workshop Pembinaan Penelitian 2015

Sagasitas 2015

Jogja, 08-01-2014, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan workshop pembinaan penelitian untuk guru sekolah tingkat menengah atas. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 100an lebih guru dari berbagai sekolah yang ada di DIY ini bertujuan untuk menyosialisasikan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh DIKPORA untuk meningkatkan animo penelitian di kalangan remaja khususnya siswa SMA.

Tapi, dalam salah satu sesi workshop yang di isi oleh Zulfakhri dari sagasitas, juga ditekankan untuk lebih meningkatkan kualitas karya atau penelitian siswa. Hal tersebut dapat dicapai dengan adanya sinergi antar dinas, guru dan para pembimbing.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di antaranya adalah klinik sains. Klinik sains merupakan kegiatan atau program rutin yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2008. Dari kegiatan ini, siswa di beri pengarahan oleh guru untuk menyusun desain penelitian untuk kemudian diseleksi dan diberi bimbingan oleh tim sagasitas. Selain itu, siswa yang desainnya dinyatakan lolos juga akan mendapat dana bantuan untuk melakukan penelitiannya.

Sementara untuk lebih menguatkan identitas Yogyakarta sebagai kota pelajar sekaligus kota budaya dan daerah istimewa. Program yang digagas oleh DIKPORA berupa pembinaan penelitian khusus di bidang sejarah, seni dan budaya. Harapannya, dengan adanya pembinaan ini siswa menjadi semakin sensitif dan juga semakin peduli dengan masalah dan apa saja yang ada di lingkungannya. [Ep]